Alex Rins mengungkapkan bahwa ia mulai kehilangan penglihatan dan merasa pusing sebelum memutuskan mundur di tengah balapan MotoGP Misano, Minggu lalu. Pembalap Yamaha pabrikan itu mengatakan nyeri kepala seperti migrain di sisi kiri kepala pertama kali muncul di putaran Aragon, namun hilang setelah minum obat pereda nyeri.
Gejala tersebut menjadi jauh lebih parah di Misano, memaksa Rins menjalani pemeriksaan medis sebelum terbang ke Red Bull Ring untuk seri Austria akhir pekan ini. "Ini pertama kalinya dalam karier saya mundur karena masalah seperti yang saya alami di Misano," ujar Rins. "Terutama nyeri kepala itu. 12 lap sebelum finis, saya mulai kehilangan sedikit penglihatan. Saya merasa sangat pusing."
Rins menjelaskan bahwa masalah tersebut sudah mulai terasa di Aragon, dengan nyeri yang datang dan pergi. Namun, selama akhir pekan GP Misano, ia tidak merasakan gejala berat hingga balapan berlangsung. "Setelah itu, saya pergi ke dokter pada hari Selasa untuk memeriksakan diri. Hasilnya, semuanya terlihat baik-baik saja. Jadi, saya sedang menjalani fisioterapi," tambahnya.
Ketika ditanya apakah dokter memberikan penjelasan, pembalap Spanyol itu menambahkan, "Bisa jadi karena stres, kondisi panas di Misano. Bisa juga karena kecelakaan yang saya alami di Silverstone yang mungkin berdampak... Saya tidak tahu. Di Aragon saya mengalaminya sebelum sprint. Saya minum obat pereda nyeri, dan hilang."
Sementara itu, pembalap HRC, Joan Mir, yang juga mundur di Misano karena sakit, dipastikan absen pada MotoGP Austria akhir pekan ini. Kondisi ini menambah daftar pembalap yang harus menepi akibat masalah kesehatan, menyoroti pentingnya manajemen fisik di tengah jadwal balapan yang padat.
Baca Juga Quartararo Akui Hari Jumat di Aragon Sangat BurukMeskipun hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada masalah serius, Rins tetap waspada. Ia berharap dapat tampil fit di Austria, namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Keputusan untuk mundur di Misano merupakan langkah bijak mengingat risiko yang bisa terjadi jika memaksakan diri.
Insiden ini juga menjadi pengingat bagi tim dan pembalap akan pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala, terutama dengan cuaca ekstrem dan tekanan kompetisi yang tinggi. Yamaha dan Rins tentu berharap masalah ini tidak berlanjut dan dapat segera kembali kompetitif.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!