Brad Binder akhirnya menunjukkan performa yang lebih menjanjikan pada sesi latihan MotoGP Austria di Red Bull Ring. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu finis kedelapan tercepat di sesi Practice, sementara rekan setimnya, Pedro Acosta, mendominasi kedua sesi dengan menjadi yang tercepat. Bagi Binder, yang sering kesulitan menembus posisi 10 besar dalam dua tahun terakhir, hasil ini menjadi titik terang yang jarang terjadi.

“Hari yang jauh lebih positif dibandingkan yang saya alami belakangan ini,” ujar Binder usai sesi Practice. “Sangat senang bisa langsung masuk ke Q2. Rasanya cukup baik sejak lap pertama di FP1. Saya benar-benar fokus untuk mencoba memiliki ritme terbaik sendiri, dan mengambil sedikit demi sedikit di setiap run. Sangat senang bisa langsung lolos; jauh lebih menyenangkan memasuki run terakhir dengan mencari beberapa persepuluh detik daripada satu detik. Hari yang tidak buruk. Saya pikir ini akan memberi kami kesempatan untuk bekerja lebih baik besok di sesi latihan bebas. Jika kami bisa merangkai kualifikasi yang cukup baik dan melihat bagaimana kami mengelola balapan.”

Salah satu faktor utama di balik performa impresif Binder di Red Bull Ring adalah konstruksi ban belakang yang digunakan Michelin. Sirkuit Austria ini memiliki karakteristik keras dengan 10 tikungan yang membutuhkan akselerasi keras dan sering, sehingga menghasilkan panas berlebih pada ban. Michelin pun menyediakan ban dengan konstruksi khusus yang lebih keras untuk membuang panas lebih efisien. Ban tipe ini juga digunakan di Sirkuit Buriram dan Mandalika, tetapi ban yang dipakai di Red Bull Ring hanya tersedia untuk Austria dan Brasil.

- Advertisement -
Advertisement

“Saya pikir motor kami bekerja lebih baik di sini,” jelas Binder. “Dengan ban belakang yang berbeda ini, ban tidak mendorong bagian depan terlalu keras, dan saya tidak mengalami masalah besar di depan seperti biasanya. Jadi ini memberi saya lebih banyak kepercayaan diri untuk keluar dan mengendarai motor saya.”

Meski demikian, Binder mengakui bahwa tetap tidak mudah untuk mencatatkan lap yang bersih di Red Bull Ring yang memiliki grip rendah. “Sejujurnya, saya pikir masih ada beberapa persepuluh detik yang bisa didapat,” katanya. “Tapi saya rasa itu berlaku untuk semua orang. Sulit untuk melakukan lap yang super bersih di trek ini karena jika Anda melewatkan titik pengereman sekitar setengah meter, Anda akan membayarnya. Jadi, cukup rumit.”

Baca Juga Ogura Akui Salah Dengar Saran Dokter, Comeback MotoGP Tertunda

Salah satu tikungan yang sering menjadi sumber kesalahan pada Jumat adalah zona pengereman menurun di tikungan empat. Pembalap LCR Honda, Johann Zarco, dua kali melebar setelah terjatuh di sesi Practice, dan Diogo Moreira juga beberapa kali melebar. Marc Marquez juga sempat mengalami momen di sana, begitu pula Marco Bezzecchi. Namun, bagi Binder, tikungan tersebut tidak terlalu menjadi masalah berkat performa pengereman RC16 yang kuat. “Motor kami bekerja sangat baik di tikungan empat,” ujarnya. “Sejujurnya, titik terkuat kami adalah pengereman. Jadi saya merasa kami mengerem dengan baik dan motor kami menyambung lebih baik dari sebelumnya.”

Dengan hasil ini, Binder berharap dapat memanfaatkan momentum untuk sesi kualifikasi dan balapan. Ia menyadari bahwa KTM memiliki paket yang kompetitif di Austria, dan dukungan ban Michelin yang cocok dengan karakter RC16 menjadi kunci. Jika mampu menjaga konsistensi, Binder berpeluang meraih hasil positif di hadapan pendukung tuan rumah.

Performa Binder di Austria juga menjadi sorotan karena ia biasanya kesulitan bersaing di posisi depan. Namun, dengan modal masuk langsung ke Q2, ia dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk menyempurnakan setelan motor dalam sesi latihan bebas tambahan. Ini bisa menjadi pembeda dalam upaya meraih hasil terbaik di balapan nanti.