Ketika lampu padam di Silverstone, Ai Ogura berada di baris terdepan dengan mimpi memperpendek jarak ke puncak klasemen. Namun, balapan yang seharusnya menjadi panggung pembuktian berubah menjadi mimpi buruk. Pebalap Jepang itu tergelincir di tengah balapan, membuang peluang emas untuk menekan Jorge Martin. Momen itu menjadi pengingat bahwa di level tertinggi, konsistensi saja tidak cukup.
Kegagalan di British GP itu bukan sekadar kehilangan poin. Lebih dari itu, insiden tersebut membuka celah yang selama ini tersembunyi dalam diri pebalap Trackhouse Racing itu. Davide Brivio, bos tim, dengan gamblang menyebut satu hal yang harus segera diperbaiki Ogura: kemampuan untuk berpindah mode dari mengelola ban menjadi menyerang habis-habisan.
Momen Krusial di Silverstone
Ogura mengakui bahwa pendekatannya di awal balapan terlalu konservatif. Ia terlalu fokus menjaga ban untuk lima lap terakhir, sehingga kehilangan ritme ketika harus mendorong lebih keras. "Mungkin saya terlalu konservatif. Cara saya menghadapi balapan kali ini salah," ujarnya pasrah setelah finis di luar zona poin.
Brivio sependapat. Dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com, ia menjelaskan bahwa Ogura sebenarnya punya kecepatan luar biasa di lap-lap akhir. "Dia selalu cepat di tujuh, delapan, atau sepuluh lap terakhir. Bahkan saat start awal tahun ini, dia punya pace empat besar," ujar Brivio. Masalahnya, jika terlalu lama mengelola ban, ia bisa kehilangan kontak dengan grup depan sebelum waktunya menyerang tiba.
Baca Juga Pedro Acosta: Performa di Atas Uang di MotoGPStatistik musim ini menunjukkan bahwa kualifikasi sempat menjadi kelemahan terbesar Ogura. Namun sejak GP Ceko pada Juni, ia belajar memacu satu putaran cepat dan akhirnya meraih kemenangan perdana di Assen. Kini, tinggal satu aspek yang harus diasah: kapan harus berhenti berpikir tentang ban dan mulai berpikir tentang menyalip.
Dengan 10 seri tersisa dan defisit 37 poin dari Martin, setiap keputusan di atas motor akan menentukan nasib gelar. Ogura tidak perlu mengubah segalanya, hanya perlu menemukan keseimbangan antara kesabaran dan agresivitas. Jika berhasil, bukan tidak mungkin ia dan Trackhouse menciptakan kisah dongeng di akhir musim.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!