Dunia Formula 1 kembali dihebohkan dengan perbincangan di balik layar setelah peluncuran autobiografi karya Christian Horner yang bertajuk Drive. Meskipun Horner saat ini tidak lagi hadir secara fisik di dalam paddock, gema dari buku tersebut serta serangkaian wawancara promosi yang menyertainya berhasil memicu perbincangan hangat di seluruh penjuru Circus. Namanya bahkan secara khusus mencuat dalam sesi konferensi pers para kepala tim di Austin, ketika jurnalis Sky Sports, Craig Slater, meminta tanggapan langsung dari Adrian Newey">Adrian Newey mengenai berbagai klaim yang ditulis oleh Horner di dalam buku autobiografinya tersebut.
Di dalam buku tersebut, Horner memang sempat melontarkan sejumlah pujian terhadap kapasitas intelektual dan kontribusi besar Newey bagi skuad asal Milton Keynes. Namun di sisi lain, Horner juga menyoroti adanya dugaan niat dari sang perancang jenius eks Williams dan McLaren itu untuk meninggalkan tim pada tahun 2014. Kala itu, transisi regulasi teknis mesin hybrid membuat Red Bull kehilangan dominasi absolut yang mereka nikmati selama empat musim sebelumnya, sementara Mercedes mulai mengambil alih tampuk kekuasaan. Horner menambahkan bahwa dirinya merasa terkejut dengan dinamika yang terjadi, termasuk keputusan masa depan Newey yang kini berlabuh ke kubu Aston Martin.
Mendengar klaim tersebut, repons yang diberikan oleh sosok yang kini memegang kendali teknis di Aston Martin itu pun langsung meluncur dengan tegas. Newey menyatakan bahwa dirinya belum membaca buku tersebut secara utuh, namun ia memberikan pembelaan rasional terkait situasi pelik yang melanda tim pada musim 2014 silam. Menurutnya, ketika seorang perancang sasis harus menghadapi situasi di mana pabrikan mesin mengalami musim buruk, hal itu sebenarnya masih bisa diterima. Akan tetapi, persoalan menjadi sangat berbeda ketika pabrikan penyuplai daya tersebut seolah tidak menunjukkan niat atau arah yang jelas untuk menyelesaikan masalah fundamental yang sedang terjadi.
Lebih lanjut, Newey menjelaskan betapa situasi pada musim tersebut terasa sangat suram dan menguji kesabaran seluruh anggota tim teknik. Kondisi problematik dengan pabrikan mesin tersebut bahkan tidak kunjung memperlihatkan perubahan signifikan hingga akhirnya Red Bull beralih menggunakan unit daya Honda pada tahun 2019. Oleh karena itu, Newey meminta publik untuk memahami tingkat kepedihan serta frustrasi mendalam yang ia rasakan pada masa-masa transisi regulasi awal mesin hybrid tersebut, yang mungkin tidak sepenuhnya dimengerti oleh Horner meskipun mereka sempat mendiskusikannya bersama.
Baca Juga Max Verstappen Buka Peluang Tinggalkan F1Kendati sempat terjadi perdebatan terbuka mengenai masa lalu dan isi autobiografi tersebut, Newey menegaskan bahwa hubungan personal di antara mereka tetap berada dalam koridor yang baik dan bersahabat. Ia menutup pernyataannya dengan mengingatkan publik bahwa ikatan emosional di antara keluarga mereka tetap erat terjalin melampaui urusan politik paddock Formula 1. Seperti yang telah diketahui oleh banyak pihak di dalam maupun luar lingkungan balap elite, Newey merupakan ayah baptis bagi putri Horner yang bernama Olivia, sebuah bukti bahwa relasi pribadi mereka mampu bertahan melampaui dinamika kompetisi yang sengit.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!