Banten, Nusantara Media — Selama periode libur Idul Fitri 2026, aktivitas wisata di destinasi perairan Provinsi Banten mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan. Namun, di balik euforia liburan, tercatat 93 kasus insiden tenggelam di berbagai objek wisata pantai dan perairan Banten.
 

Dari total 93 wisatawan yang mengalami insiden tersebut, 90 orang berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat, sementara 3 orang dinyatakan meninggal dunia setelah proses pencarian dan evakuasi intensif. Ketiga korban meninggal dunia terjadi di destinasi wisata Pantai Kayakas (Lebak), Pantai Ciantir Sawarna (Lebak), dan Wisata Curug Goong (Pandeglang).
 

Ketua Umum Balawista Nasional, Ade Ervin SH.MH, menyampaikan bahwa seluruh kejadian telah ditangani dengan cepat dan terkoordinasi oleh petugas di lapangan. Keberhasilan penyelamatan 90 korban tidak terlepas dari kesiapsiagaan personel siaga wisata yang ditempatkan selama masa libur Lebaran.

- Advertisement -


“Petugas kami terus melakukan patroli aktif, memberikan imbauan kepada wisatawan, serta melakukan respons cepat terhadap setiap laporan kejadian. Keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama,” ujar Ade Ervin.


Menurut Balawista, sebagian besar insiden disebabkan oleh faktor kelalaian wisatawan, seperti berenang di luar zona aman, kurang memperhatikan kondisi gelombang laut dan alam, serta mengabaikan peringatan dari petugas. Kondisi gelombang tinggi di beberapa pantai selatan Banten turut memperburuk risiko.
Balawista bersama stakeholder pariwisata Provinsi Banten terus mengintensifkan edukasi keselamatan wisata air kepada masyarakat dan wisatawan. Mereka menekankan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama antara petugas, pengelola destinasi, dan pengunjung.


Imbauan Keselamatan Wisata Air BantenBant . 
Selalu mematuhi rambu dan batas zona aman berenang
Mengikuti arahan petugas Balawista dan petugas lapangan
Tidak berenang saat gelombang tinggi atau cuaca buruk
Mengawasi anak-anak secara ketat saat berada di kawasan perairan


Momentum libur Idul Fitri 2026 ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak agar lebih waspada. Sinergi yang kuat diharapkan dapat mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang, sehingga wisata perairan Banten tetap menjadi destinasi yang aman dan menyenangkan.