Yuki Tsunoda kembali mencuri perhatian di paddock Formula 1. Setelah tampil impresif sebagai pengganti mendadak di GP Belanda, pembalap asal Jepang itu dengan percaya diri melontarkan ajakan nakal kepada tim-tim F1 untuk merekrutnya pada 2027.

Momen comeback Tsunoda di Zandvoort memang tidak biasa. Ia baru mendapat panggilan pada Selasa pekan lalu—saat sedang bersantai di pantai Yunani—setelah Racing Bulls kehilangan Isack Hadjar akibat cedera pergelangan tangan. Meski hanya punya waktu persiapan singkat, Tsunoda menegaskan kondisi fisiknya siap, meski adaptasi dengan mobil 2026 menjadi tantangan tersendiri.

“Jujur, saya pikir saya bisa berkembang lebih cepat dari yang saya perkirakan. Saya hanya mengemudi empat kali dalam delapan bulan sejak balapan terakhir saya di Abu Dhabi. Dan dengan itu, saya tampil cukup baik,” ujar Tsunoda usai balapan. Hasilnya, ia finis ke-11, unggul dari rekan setimnya Arvid Lindblad yang memulai musim sebagai pendatang baru.

- Advertisement -
Advertisement

Adaptasi bukan perkara mudah. Tsunoda harus belajar banyak hal: dari prosedur tombol di kemudi, manajemen energi, hingga karakter degradasi ban yang berbeda dari mobil generasi sebelumnya. “Yang paling menantang hampir semuanya—banyak hal, belajar tentang deployment, tombol, semua prosedur berbeda. Degradasi ban juga sangat berbeda,” jelasnya. Meski begitu, ia mengaku terbantu oleh dukungan tim yang membuatnya bisa tampil cepat.

Baca Juga Rui Marques Ubah Prosedur Start F1 GP Australia 2026

Sayangnya, poin gagal diraih. Namun Tsunoda menegaskan ia sempat bertarung dengan posisi delapan besar hingga beberapa lap terakhir. “Saya tahu apa yang bisa saya lakukan dan saya pikir saya sudah menunjukkan itu ke sebagian besar paddock. Dengan hanya satu balapan, saya bisa bertarung dekat dengan zona poin,” katanya.

Kini, masa depannya menjadi tanda tanya. Tsunoda sebelumnya sudah menyatakan F1 tetap menjadi prioritas utama, tetapi ia tak mau menghabiskan tahun lagi hanya sebagai penonton. “Tim harus memutuskan apakah mereka menginginkan saya atau tidak, tapi seharusnya mereka mau!” ucapnya dengan nada bercanda. Performa di Zandvoort jelas menjadi sinyal kuat bagi tim-tim yang mencari pembalap berpengalaman untuk 2027.