Akulturasi Budaya Bugis-Makassar di Pesisir Banten yang Tetap Lestari
Deskripsi Video
Di balik pesona pantai Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, tersimpan kisah unik Kampung Cipanon. Sebuah perkampungan nelayan yang dihuni oleh keturunan perantau Bugis-Makassar sejak era 1970-an. Meski jauh dari tanah leluhur, mereka tetap mempertahankan tradisi maritim, seperti pembuatan perahu pinisi skala kecil hingga upacara adat Petik Laut.
Kampung Cipanon di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, bukan sekadar permukiman biasa. Kampung ini menjadi bukti hidup akulturasi budaya maritim Sulawesi Selatan dengan kehidupan pesisir Banten. Didirikan oleh rombongan nelayan Bugis-Makassar pimpinan Daeng Manarang, kampung ini tumbuh dari hutan bakau terpencil menjadi perkampungan nelayan yang ramai.
Terletak 12 km dari pusat Kecamatan Panimbang, Kampung Cipanon menawarkan pesona alam yang memukau. Hamparan pasir hitam dan hutan mangrove yang asri menjadi latar kehidupan warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan tradisional atau pengolah produk ikan.
Kampung Cipanon adalah contoh nyata bagaimana budaya maritim bisa bertahan dan menyatu dengan lingkungan baru. Di tengah arus modernisasi, mereka membuktikan bahwa tradisi dan kearifan lokal tetap relevan. Dari Pandeglang, Banten, untuk Indonesia.