Nico Rosberg meyakini Max Verstappen beruntung tidak memicu kecelakaan beruntun yang lebih parah setelah insiden di lap pembuka GP Belanda. Jatuh di tikungan awal balapan kandangnya, Verstappen langsung terpental dari trek dan memicu bendera merah.

Momen itu terjadi saat trek masih basah, dan Verstappen kehilangan kendali di tikungan 7. Meski insidennya dramatis, tidak ada pembalap lain yang terlibat tabrakan. Gabriel Bortoleto dari Audi sempat berputar di belakangnya, namun berhasil melanjutkan balapan.

Berbicara kepada Sky Sports F1, Rosberg menilai kondisi trek yang sangat licin menjadi faktor utama. "Semua orang mendukungnya, lalu dia keluar begitu cepat, tapi itu karena kondisi. Sangat sulit membaca batas grip dengan ban slick," ujarnya. "Bahkan pembalap terhebat pun bisa kecelakaan besar."

- Advertisement -
Advertisement

Rosberg menambahkan, "Kalau dia berputar dan tetap di tengah trek, dengan pembalap lain melaju kencang, itu bisa jadi tabrakan beruntun yang mengerikan. Jadi dia beruntung." Verstappen sendiri mengakui keberuntungannya, namun tetap kecewa karena gagal finis di depan publik sendiri.

Akibat insiden itu, Verstappen hanya membawa pulang tiga poin dari sprint race (P6). Kini dia duduk di P6 klasemen dengan 112 poin, tertinggal 130 poin dari pemimpin klasemen, Kimi Antonelli.

Baca Juga Russell Redakan Ketegangan Usai Perintah Tim Mercedes di Zandvoort

Verstappen juga blak-blakan soal performa mobilnya. "Rata-rata musim ini kami tercepat keempat. Akhir pekan ini menunjukkan itu. Kami ingin lebih dekat. Mungkin di Monza bisa, tapi saya tidak yakin," ujarnya. "Kami sudah melihat beberapa hal untuk tahun depan, karena perubahan hanya bisa dilakukan musim depan untuk mengejar performa."

Dengan sisa musim yang menantang, Verstappen menegaskan akan memaksimalkan potensi mobil. "Kami akan mencoba yang terbaik, tapi ini bukan akhir musim yang mudah." Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Red Bull mulai fokus ke pengembangan jangka panjang.