McLaren mengonfirmasi bahwa mereka akan menghadiri sidang Pengadilan Internasional FIA di Paris dengan dua tujuan utama. Keputusan ini diambil menyusul kontroversi besar pada Grand Prix Monaco, di mana sejumlah pembalap dijatuhi penalti karena melanggar batas kecepatan di jalur pit, yang kemudian terbukti keliru akibat kesalahan pengukuran.

Menurut laporan dari Crash.net, insiden ini bermula ketika FIA mengungkap bahwa alat yang digunakan untuk memverifikasi kecepatan di pit lane meleset sejauh 77 sentimeter. Akibatnya, banyak sanksi yang dijatuhkan pada balapan di Monaco dianggap tidak sah. Alpine berhasil mengajukan banding atas dasar bukti baru yang signifikan, dan Pierre Gasly pun terbebas dari penalti, meski pembalap lain yang terkena sanksi serupa tidak memiliki kesempatan yang sama.

Keputusan ini memicu perdebatan sengit di paddock, terutama karena pembalap seperti Oscar Piastri, Isack Hadjar, Liam Lawson, dan Arvid Lindblad kehilangan posisi akibat penalti yang tidak seharusnya diberikan. Mercedes sempat mempertimbangkan langkah hukum, namun akhirnya memilih tidak mengikuti jejak Red Bull dan McLaren yang memilih untuk membawa kasus ini ke pengadilan.

- Advertisement -
Advertisement

Andrea Stella, prinsipal tim McLaren, menjelaskan bahwa ada dua kepentingan yang ingin mereka kejar dalam sidang tersebut. Pertama, McLaren ingin memastikan proses peninjauan penalti berjalan adil bagi semua kompetitor. Stella menilai bahwa penghapusan penalti Gasly menimbulkan kekhawatiran serius mengenai konsistensi regulasi, dan mereka ingin klarifikasi dari pengadilan.

Baca Juga Max Verstappen Belum Capai Puncak Performa, Kata Mantan Bos F1

Kedua, McLaren sendiri dirugikan secara materiil karena harus menjalani penalti yang tidak bisa diajukan banding, yang berdampak pada poin mereka di klasemen. Stella menekankan bahwa ada kepentingan umum untuk integritas olahraga, sekaligus kepentingan spesifik McLaren untuk memperbaiki posisi mereka di kejuaraan.

Dengan dua perspektif ini, McLaren berharap pengadilan dapat memberikan kejelasan dan memulihkan prinsip keadilan yang sempat dipertanyakan. Sidang dijadwalkan berlangsung di Paris, dan hasilnya akan menjadi sorotan utama dalam dunia Formula 1.