Lampung Selatan ,NUSANTARA MEDIA — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan perkembangan terbaru aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, pada Minggu, 9 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Berdasarkan pengamatan instrumental dan visual, gunung api aktif bertipe A ini hingga kini masih mempertahankan statusnya pada Level III (Siaga).
Berdasarkan laporan resmi dari petugas Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, Anggi Nuryo Saputro, A.Md., kondisi cuaca di sekitar lokasi terpantau berawan dengan angin yang bertiup lemah mengarah ke timur laut dan barat laut. Suhu udara tercatat berkisar antara 26,1 hingga 26,3 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 76-78 persen, serta kondisi ombak laut yang terpantau tenang.
Pengamatan Visual dan Aktivitas Kegempaan
Secara visual, gunung api dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini terlihat jelas hingga tertutup kabut pada tingkat 0-III. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, serta memiliki ketinggian berkisar antara 20 hingga 50 meter di atas puncak kawah.
Sementara itu, dari segi kegempaan, instrumen seismograf di pos pengamatan merekam adanya sejumlah aktivitas vulkanik internal, yang meliputi:
-Gempa Low Frekuensi: Terekam sebanyak 1 kejadian dengan amplitudo 14 mm dan durasi 11 detik.
-Gempa Hybrid/Fase Banyak: Terekam sebanyak 2 kejadian dengan amplitudo 15-17 mm, nilai S-P 0 detik, serta durasi sekitar 4-6 detik.
-Tremor Menerus (Microtremor): Terekam dengan kisaran amplitudo 2 hingga 20 mm, di mana amplitudo dominan berada di angka 8 mm.
Menyusul status aktivitas yang berada di Level III (Siaga) ini, pihak Badan Geologi melalui PVMBG memberikan peringatan tegas kepada masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki.
"Masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki dilarang keras mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apapun dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif."
Masyarakat diimbau untuk senantiasa tenang, mematuhi seluruh arahan dari instansi berwenang, dan tidak terpancing oleh berita hoaks atau informasi yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Perkembangan aktivitas vulkanik ini dapat terus dipantau secara berkala melalui laman resmi MAGMA Indonesia
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!