Pandeglang ,Nusantara Media – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 kembali menunjukkan dedikasi nyatanya. Fokus operasi tidak hanya terpusat pada pembangunan infrastruktur fisik besar, melainkan juga menyasar kebutuhan paling mendesak warga, seperti penyediaan sarana air bersih.
Pada hari Selasa, 11 Agustus 2026, Satuan Tugas (Satgas) TMMD Ke-129 di Desa Pasirgadung, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, telah berhasil menuntaskan pemasangan dua unit fasilitas toren (tangki air) di lokasi strategis. Kedua unit ini dipasang di Kampung Kadu Calung Cadas dan Kampung Pamburangan, merespons keluhan menahun warga akan sulitnya mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.
Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD Ke-129, Letkol Inf. Letkol Inf. Afri Swandi Ritonga, S.I.P, menegaskan bahwa pemilihan lokasi di Kadu Calung Cadas dan Pamburangan bukanlah tanpa alasan.
"Berdasarkan survei awal, kedua kampung ini adalah wilayah yang paling kesulitan mengakses air bersih secara mandiri. Warga harus menempuh jarak cukup jauh ke sungai atau sumur resapan yang tidak selalu jernih. Pemasangan toren ini adalah bentuk komitmen TNI, khususnya Kodim 0601/Pandeglang, untuk menjadi solusi atas permasalahan nyata rakyat," ujar Letkol Inf. Afri Swandi Ritonga, S.I.P, Selasa (11/08).
Pemasangan toren ini bukan sekadar menaruh tangki. Satgas TMMD bekerja sama dengan warga setempat membangun menara penyangga yang kokoh, lengkap dengan instalasi pipa distribusi dan keran air yang terpusat. Air disuplai dari sumber mata air yang sudah dibor, ditampung di toren, dan kemudian dialirkan ke keran-keran umum yang mudah dijangkau warga.
Kehadiran fasilitas air bersih ini disambut sukacita oleh warga. Salah satu tokoh masyarakat Kampung Kadu Calung Cadas, ustad Bayi (56), mengungkapkan rasa terima kasihnya.
"Sudah puluhan tahun kami berharap ada bantuan seperti ini. Kalau kemarau, kami susah sekali cari air untuk minum dan mandi. Sekarang alhamdulillah, air bersih sudah dekat dengan rumah. Anak-anak bisa mandi pakai air bersih, dan kami tidak khawatir lagi soal kesehatan. Ini berkah yang luar biasa," kata Ahmad dengan mata berkaca-kaca.
Selain meningkatkan kesehatan warga karena terhindar dari penyakit berbasis air kotor, fasilitas ini juga berdampak positif pada aspek ekonomi dan sosial. Ibu-ibu rumah tangga tidak lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengambil air, sehingga waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif lainnya. Anak-anak pun bisa lebih fokus bersekolah tanpa harus membantu orang tua mencari air.
Meskipun TMMD telah membangunkan fasilitasnya, Dansatgas berpesan agar masyarakat Desa Pasirgadung memiliki rasa tanggung jawab untuk merawatnya. Keberlangsungan air bersih ini sangat bergantung pada pemeliharaan menara, pipa, dan toren agar tidak mudah rusak. Pihak TNI telah memberikan pelatihan dasar mengenai perawatan dan perbaikan ringan kepada perwakilan warga setempat.
"Fasilitas ini adalah milik warga. TNI hanya memantik dan memfasilitasi awal. Selanjutnya, masyarakat harus menjaga dan menggunakannya secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan oleh anak cucu kita kelak," tambah Letkol Inf.Afri Swandi Ritonga, S.I.P,
Penuntasan pemasangan toren di Kadu Calung Cadas dan Pamburangan menjadi bukti bahwa TMMD Ke-129 di Desa Pasirgadung, Pandeglang, benar-benar hadir untuk menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Melalui sinergi antara TNI dan rakyat, permasalahan mendasar seperti akses air bersih dapat diselesaikan, membawa harapan baru bagi masa depan yang lebih sehat dan sejahtera.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!