Pandeglang,Nusantara Media – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 diKampung Rancagede Desa Pasirgadung, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, terus menghadirkan kejutan positif di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan fasilitas umum, kehadiran Satgas TMMD di lokasi sasaran juga dimanfaatkan untuk mempererat keakraban melalui pelestarian budaya lokal.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi pada momen bulan Safar. Di sela-sela kesibukan merampungkan target fisik, para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD tampak antusias membaur bersama ibu-ibu PKK dan warga setempat untuk membantu membuat kupat (ketupat), sebuah tradisi kuliner Islam yang sarat makna di desa tersebut.
Bulan Safar memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat muslim di Desa Pasirgadung, Kecamatan Patia. Tradisi pembuatan kupat pada bulan ini bukan sekadar tradisi memasak biasa, melainkan simbol kebersamaan, rasa syukur, serta wadah memperkuat kerukunan antarwarga.
Melihat warga sibuk mempersiapkan tradisi ini, anggota Satgas TMMD Ke-129 tidak tinggal diam. Dengan penuh semangat dan kehangatan, mereka turun tangan langsung membantu proses pembungkusan beras ke dalam anyaman daun kelapa (janur) hingga tahap memasak. Suasana keakraban terlihat jelas ketika prajurit TNI bercengkerama akurat dengan warga sambil belajar cara menganyam janur yang baik.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 melalui perwakilannya menyampaikan bahwa kegiatan non-fisik seperti ini sangat penting untuk membangun kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat.
"TMMD hadir bukan hanya untuk membangun infrastruktur berupa fisik saja, tetapi juga membangun jiwa gotong royong dan merawat tradisi lokal yang ada di tengah masyarakat. Melalui kegiatan bersama seperti membuat kupat ini, kemanunggalan TNI dan rakyat semakin terasa nyata," ujarnya.
Kepala Desa Pasirgadung menyambut baik keikutsertaan Satgas TMMD dalam tradisi lokal desanya. Menurutnya, kehadiran TNI memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan TMMD tahun ini. Warga merasa diayomi, tidak hanya dalam hal pembangunan fasilitas desa, tetapi juga dalam upaya merawat tradisi leluhur yang mulai tergerus oleh zaman.
"Kami sangat mengapresiasi bapak-bapak TNI dari Satgas TMMD Ke-129. Di tengah lelahnya bekerja membangun jalan dan fasilitas desa, mereka masih meluangkan waktu untuk bergotong royong bersama warga membuat kupat menyambut tradisi bulan Safar. Ini adalah bentuk nyata kebersamaan yang luar biasa," ungkapnya penuh antusias.
Tradisi membuat kupat di bulan Safar di Desa Pasirgadung biasanya diisi dengan kegiatan doa bersama dan berbagi makanan antartetangga. Hal ini mencerminkan nilai-nilai Islam yang mengajarkan pentingnya berbagi, mempererat silaturahim, serta memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan TMMD Ke-129 di Kabupaten Pandeglang ini membuktikan bahwa pendekatan humanis adalah kunci utama keberhasilan pembinaan teritorial. Dengan memadukan pembangunan fisik yang kokoh dan pendekatan kultural yang hangat, warga Desa Pasirgadung merasakan manfaat ganda.
Jalan desa yang kini mulai terbangun mulus akan memperlancar roda perekonomian warga, sementara kehangatan sosial yang terjalin melalui tradisi pembuatan kupat akan terus merawat persatuan dan keharmonisan di masa mendatang. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat Patia ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain dalam merawat tradisi sekaligus memajukan kesejahteraan wilayah.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!