Yuki Tsunoda akhirnya bisa bernapas lega. Pembalap Racing Bulls itu dipastikan tetap mempertahankan poin ke-10 yang ia raih di Grand Prix Italia, setelah penyelidikan posisi grid saat restart tak berujung hukuman.
Insiden bermula pada restart lap 6 di Monza, yang digelar setelah bendera merah akibat kecelakaan Charles Leclerc di lap 2. Saat itulah Tsunoda terlihat memarkir mobilnya tidak tepat di dalam kotak grid, saat ia bersiap menempati posisi ke-14. Posisi yang tak semestinya itu langsung membuat race control memutuskan untuk menambah satu formation lap ekstra, dan kasusnya pun dilimpahkan ke steward untuk diselidiki usai balapan.
Konsekuensinya bisa fatal. Jika terbukti melanggar prosedur start, Tsunoda terancam kehilangan poin pertamanya musim ini—sebuah hasil berharga di penampilan keduanya bersama Racing Bulls. Ia pun dipanggil untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran aturan start FIA.
Dalam penjelasannya, Tsunoda mengaku sempat bingung dengan posisi awalnya. Ia mengira dirinya start dari posisi ke-15 di sisi kiri grid, sebelum akhirnya sadar bahwa ia harus berpindah jalur ke sisi kanan untuk mengisi slot ke-14. Kebingungan itulah yang membuat mobilnya berada dalam posisi miring, mengarah ke dinding pit.
“Saya agak bingung antara start 14 dan 15. Menurut saya, saya tidak benar-benar mendapatkan posisi sebelum red flag. Saya pikir saya di posisi 15. Tapi setidaknya saya parkir di belakang kotak, cukup jauh, jadi saya tidak merasa diuntungkan,” ujar Tsunoda, dikutip dari Motorsport.com.
Baca Juga Kimi Antonelli Akui Start Jadi Kelemahan MercedesSteward ternyata sepakat dengan argumen Racing Bulls. Dari rekaman video berbagai sudut, mereka menilai Tsunoda tidak berada dalam posisi start yang salah dan tidak memberikan dampak negatif bagi pembalap lain. Keputusan menambah formation lap ekstra merupakan wewenang race director, dan secara teknis bukan kesalahan langsung dari Tsunoda—terlebih timnya tidak pernah memberi instruksi untuk masuk pit.
Dengan vonis bebas ini, Tsunoda menjaga poin pentingnya. Sebagai pembalap yang kehilangan kursi reguler di akhir musim lalu, ia kembali ke Racing Bulls sebagai pengganti Liam Lawson yang naik ke Red Bull. Hasil ini jelas menjadi modal berharga untuk membuktikan diri di sisa musim.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!