Pandeglang, Nusantara Media – Kisah memilukan dialami Suparman, pemuda berusia 28 tahun asal Kampung Tegal Panjang, Marga Giri RT 003/004, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten. Dua tahun lalu, demi mencari nafkah untuk keluarga, ia memanjat pohon kelapa muda.
Namun, na'as, Suparman terjatuh dan mengalami cedera tulang belakang yang sangat parah hingga lumpuh total.
Kini, separuh tubuhnya mati rasa dan ia tidak bisa berdiri apalagi berjalan. Selama dua tahun terakhir, Suparman hanya terbaring lemah di tempat tidur.
Harapannya yang tersisa hanyalah sebuah kursi roda agar ia bisa sedikit bergerak dan merawat anaknya secara mandiri.
“Saya sudah dua tahun terbaring seperti ini. Harapan saya hanya kursi roda agar bisa sedikit bergerak dan mandiri,” ujar Suparman dengan suara lirih penuh kesedihan.
Kondisi Suparman semakin tragis karena ia tidak memiliki rumah sendiri. Ia hanya menumpang di sebuah vila milik orang lain di area Karoeng Margagiri.
Lebih menyayat hati lagi, istrinya memilih meninggalkan Suparman setelah ia lumpuh. Kini, pemuda malang ini harus mengurus seorang anak tunggal sendirian dalam kondisi tubuh yang tak berdaya dan ekonomi yang serba kekurangan.
Kecelakaan kerja yang menimpa Suparman menjadi pengingat keras akan risiko pekerjaan informal di pedesaan. Kini, ia hanya berharap ada pihak yang peduli dan segera merealisasikan bantuan kursi roda agar ia tak lagi terkurung di tempat tidur.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!