PANDEGLANG, Nusantara Media – Kawasan wisata Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten, berduka. Seorang pria bernama

M. Yoga Nur Pratama (26), warga asal Kampung Taman jaya, Kecamatan Sumur, dilaporkan meninggal dunia setelah diserang buaya saat sedang berenang di sekitar dermaga Pulau Peucang, Senin (29/6/2026).

Peristiwa nahas yang terjadi pada pagi hari tersebut mengejutkan banyak pihak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang berprofesi sebagai pegawai koperasi ini mulanya berniat berenang untuk memeriksa kondisi bawah dermaga sekitar pukul 09.00 WIB.

- Advertisement -

Keberadaan korban pertama kali dicurigai oleh rekannya, Yakid dan Kacong, yang tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 WIB untuk melakukan perbaikan infrastruktur dermaga. Namun, mereka tidak menemukan korban di tempat.

Situasi berubah menjadi panik ketika Yakid hanya menemukan kacamata milik korban yang mengapung di permukaan air.

Mendapati hal tersebut, tim pencarian yang terdiri dari Nugi, Refli, dan Herdi segera melakukan penyisiran. Pada pukul 09.30 WIB, tim menemukan pemandangan yang mencekam; korban sedang diseret oleh seekor buaya.

Meski rekan-rekan korban telah berupaya melakukan penyelamatan, nyawa korban tidak dapat tertolong akibat luka parah yang dialaminya.

Kapolsek Sumur, AKP Erwin Heryadi, S.H., membenarkan adanya insiden tersebut. Saat ini, pihak kepolisian bersama tim gabungan tengah melakukan proses evakuasi jenazah.

AKP Erwin juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat, nelayan, maupun wisatawan yang berkunjung ke wilayah perairan TNUK untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sementara itu, Kepala Balai TNUK, Ardi Andono, S.TP, M.Sc., menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Ardi menegaskan bahwa insiden ini merupakan kasus pertama yang terjadi di Pulau Peucang.

"Almarhum saat itu sedang sendirian dalam kondisi lokasi yang sepi, sehingga keberadaan satwa buaya tidak terpantau. Kami sebenarnya selalu menempatkan tim khusus untuk pengawasan sesuai SOP bagi setiap kunjungan wisatawan," ujar Ardi melalui keterangan tertulisnya.

Menyikapi ancaman tersebut, pihak Balai TNUK saat ini sedang melakukan upaya pencarian terhadap buaya yang menyerang korban.

Rencananya, setelah ditemukan, satwa tersebut akan segera ditangkap dan dipindahkan ke habitat aslinya di Pulau Panaitan guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung serta warga lokal di kawasan konservasi tersebut.

Pihak otoritas terkait meminta masyarakat untuk sementara waktu membatasi aktivitas berenang di area dermaga hingga situasi dinyatakan kondusif kembali.