Pimpinan tim Formula 1 Mercedes, Toto Wolff, dengan tegas menepis pandangan yang dilontarkan oleh mantan penasihat Red Bull, Helmut Marko, mengenai dinamika internal tim dan masa depan pembalap mereka, George Russell. Perdebatan ini mencuat setelah Marko mengeluarkan klaim kontroversial bahwa sang pembalap Inggris tersebut tidak lagi memegang status sebagai pebalap nomor satu di garasi panah perak, menyusul performa impresif rekan setimnya musim ini.

Helmut Marko, yang meninggalkan posisinya di Red Bull pada penghujung tahun 2025, sempat melontarkan opini tajam bahwa tidak akan ada jalan kembali bagi George Russell dalam perebutan gelar juara dunia. Menurut pandangan Marko, Russell diprediksi bakal menelan kekalahan telak dalam perburuan gelar F1 dari rekan setimnya yang masih muda, Andrea Kimi Antonelli. Pendapat tersebut didasarkan pada dominasi sang pembalap muda Italia belakangan ini.

Andrea Kimi Antonelli sendiri kini berada di ambang kejayaan untuk mengunci gelar juara dunia pertamanya di ajang balap bergengsi ini. Kemenangan dominan yang diraihnya pada Grand Prix Amerika Serikat membuat pembalap berusia 20 tahun itu hanya membutuhkan tambahan dua poin saja untuk resmi dinobatkan sebagai juara dunia musim ini. Skenario paling masuk akal menunjukkan bahwa sang pebalap muda jenius ini akan memastikan mahkota juaranya pada seri balapan berikutnya yang akan dilangsungkan di kota Meksiko.

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, Helmut Marko sempat meragukan kapasitas mental George Russell untuk bisa bangkit dari kekecewaan mendalam musim ini. Padahal, sebelum roda mobil balap berputar di seri pembuka, Russell sempat dijagokan sebagai kandidat terkuat peraih titel juara dunia. Marko menyatakan secara blak-blakan, Russell bukan lagi pebalap nomor satu dan Antonelli telah merebut posisi tersebut darinya, seraya meragukan peluang Russell mendapatkan status serupa di masa depan.

Menanggapi komentar pedas tersebut, Toto Wolff tidak tinggal diam dan langsung memberikan pembelaan telak. Pimpinan tim asal Austria itu mengakui bahwa dirinya memiliki hubungan unik dengan sang kompatriot, namun ia secara terbuka menyatakan bahwa pandangan Marko kali ini adalah sebuah kekeliruan besar. Wolff, dilansir dari Crash.net, meyakini penuh bahwa anak asuhnya memiliki kapasitas mental dan skill untuk bangkit serta kembali bertarung memperebutkan gelar juara dunia di masa depan.

Baca Juga Pemenang dan Pecundang dari Balapan Sprint GP Singapura yang Basah

Dalam komentarnya, Wolff menjelaskan, Helmut adalah rekan senegaranya dari Austria yang tidak begitu akrab, tetapi ia tetap menghargai opininya. Kendati demikian, Wolff menegaskan bahwa Marko keliru menilai George karena pebalap tersebut memiliki kemampuan penuh, hanya saja karakteristik mobil saat ini kurang begitu cocok dengan gaya balapnya. Situasi awal musim yang berat turut memengaruhi mental ketika seseorang merasa ini adalah tahun emasnya, namun justru mendapati kehadiran seorang anak ajaib di sisi garasi sebelah yang terus mengikis keunggulan.

Wolff menambahkan keyakinannya bahwa memasuki musim yang baru kelak, jika tim mampu menyediakan paket kendaraan yang kompetitif dan cepat, George memiliki seluruh syarat mutlak untuk menjadi juara dunia. Ia menilai terlalu gegabah jika publik langsung melupakan rekam jejak gemilang Russell saat menjuarai ajang Formula 2, Formula 3, serta deretan gelar kejuaraan Eropa di kancah karting yang membuktikan kualitas sejati sang pebalap.