Peluang emas Lewis Hamilton untuk mengamankan posisi podium di ajang Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat harus sirna akibat kendala teknis yang bermula dari sesi latihan bebas. Memulai balapan dari posisi kelima di grid Sirkuit Austin, sang juara dunia tujuh kali sempat melakukan start gemilang dengan menyalip Isack Hadjar untuk merebut posisi keempat saat lampu start padam. Menariknya, ia menjadi satu-satunya pembalap di barisan depan yang menggunakan ban soft bekas untuk stint pembuka balapan tersebut.
Namun, keputusan strategi dan pemilihan kompon ban tersebut harus dibayar mahal ketika balapan memasuki fase awal. Hamilton tercatat kehilangan waktu sekitar 0,277 detik per lap dari rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc, serta tertinggal 0,422 detik per lap dari Max Verstappen yang tampil kompetitif dengan ban soft baru. Akumulasi selisih waktu sekian detik di awal lomba inilah yang secara harfiah menjadi selisih waktu krusial yang dibutuhkan pembalap Inggris itu untuk mengejar Verstappen demi perebutan posisi ketiga di garis finis.
Menurut analisis mendalam yang disampaikan oleh sang pembalap seusai balapan, akar permasalahan dari kurangnya kecepatan awal tersebut bersumber dari pemilihan set-up mobil yang tidak optimal pada hari Jumat. Eksplorasi arah pengembangan teknis yang keliru selama sesi latihan bebas pertama dan kedua membuat keseimbangan aerodinamika mobilnya terganggu sebelum akhirnya dikembalikan ke jalur yang lebih baik pada sesi latihan bebas ketiga. Kendati demikian, perbedaan setrip sayap depan yang tipis dengan mobil Leclerc memberikan dampak masif pada performa tikungan.
"Saya kekurangan kecepatan di dua stint pertama, pada dasarnya. Saya tidak bisa membelokkan mobil," ujar Hamilton menggambarkan betapa sulitnya mengendalikan mobilnya di paruh pertama balapan. "Pada akhirnya, semua itu bermula pada hari Jumat. Set-up yang salah untuk FP1 dan salah arah di FP2, kemudian kembali dan berada di tempat yang lebih sedikit lebih baik pada FP3." Ia menambahkan bahwa perbedaan detail kecil pada sudut kepak sayap depan antara kendaraannya dan mobil Leclerc menjadi faktor penentu yang terus-menerus kurang optimal.
Baca Juga Oscar Piastri Akui Kesulitan Temukan Solusi Masalah Mobil McLaren di F1Situasi pelik tersebut semakin diperparah oleh gejala understeer parah yang langsung muncul begitu bendera start dikibarkan, kontras dengan impresi positif yang dirasakan saat melibas putaran menuju grid. Akibatnya, ia kehilangan delapan detik krusial yang membuatnya tertinggal jauh dari rombongan depan. Sepanjang balapan, ia bahkan harus melakukan penambahan sudut sayap hingga 12 klik di area pit stop untuk mengatasi masalah keseimbangan tersebut, sebuah angka koreksi yang sangat besar untuk ukuran kompetisi jet darat sekelas Formula 1.
Meskipun demikian, pembalap senior tersebut tetap melihat banyak aspek positif yang bisa dibawa pulang dari akhir pekan di Austin, termasuk kinerja kru tim dalam melakukan pit stop serta ketepatan strategi balapan. Kecepatan impresif yang ditunjukkan pada stint terakhir membuktikan bahwa potensi mobil sebenarnya sangat kompetitif jika saja masalah set-up sejak hari Jumat tidak menghambat lajunya di awal lomba.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!