Pimpinan tim Mercedes Formula 1, Toto Wolff, melontarkan kritik tajam terhadap para pembalap MotoGP yang ia nilai tidak memahami situasi geopolitik terkait aksi penolakan atau standoff untuk membalap di Qatar serta kehebohan media yang menyertainya.
Pekan balap Grand Prix Qatar tetap dilanjutkan akhir pekan ini, meskipun sebelumnya sebanyak 19 dari total 22 pembalap di grid sempat menandatangani sebuah surat pernyataan bersama pada pekan lalu. Dalam surat tersebut, para pembalap menegaskan bahwa mereka tidak akan turun ke lintasan jika pihak penyelenggara kejuaraan tidak mau bertanggung jawab secara pribadi atas segala risiko buruk yang mungkin terjadi di sana.
Kendati demikian, tuntutan tersebut tampaknya tidak dipenuhi oleh pihak manajemen kejuaraan, yang bahkan sempat melayangkan ancaman sanksi tegas kepada para pembalap, termasuk potensi hukuman larangan membalap jika mereka bersikeras menolak pergi ke Qatar. Di sisi lain, pabrikan asal Jepang yaitu Yamaha mengambil langkah berbeda dengan menarik mundur keempat pembalapnya dari agenda tersebut karena tidak ingin melanggar kebijakan perjalanan perusahaan terkait wilayah Timur Tengah.
Ketika dimintai tanggapannya mengenai situasi panas ini di sela-sela rangkaian Grand Prix Sao Paulo pada hari Jumat, Toto Wolff secara terbuka memberikan dukungan penuh kepada Formula 1 serta Federasi Automobil Internasional atau FIA atas keputusan mereka untuk tetap melanjutkan agenda balapan di kawasan tersebut, sembari melancarkan kritik pedas kepada para bintang roda dua.
"Stefano Domenicali dan Mohammed Ben Sulayem telah bersikap sangat jelas mengenai situasi ini, bahwa Formula 1 mengikuti panduan internasional yang berlaku, apakah itu menyangkut pembatasan perjalanan, maskapai penerbangan yang tidak beroperasi, peringatan apa pun di wilayah tersebut, hingga masukan yang diberikan oleh pemerintah setempat," ujar Toto Wolff menjelaskan sikap manajemen balap roda empat.
Baca Juga Jorge Martin Dinyatakan Fit Jalani Latihan Perdana MotoGP QatarIa menambahkan lebih lanjut mengenai pentingnya bersandar pada keputusan otoritas resmi ketimbang opini personal figur publik. "Jadi tidak hanya promotor, tetapi apa yang disampaikan oleh pemerintah lokal, dan inilah yang harus Anda andalkan menurut pendapat saya. Dan saya sepenuhnya mendukung hal itu. Saya pikir jika para pembalap berdiri dan berbicara, yang secara geopolitik sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi, namun memiliki audiens yang mendengarkan, saya pikir itu adalah sesuatu yang menciptakan nilai media semata."
Meskipun melontarkan kritik terhadap aksi para pembalap, Toto Wolff juga menyatakan pemahamannya terhadap langkah tegas yang diambil oleh manajemen MotoGP dalam menghadapi situasi pelik ini. "Tetapi saya akan melakukan hal yang sama seperti yang telah dilakukan oleh manajemen MotoGP. Anda ingin membalap atau mengemudi, silakan pergi. Jika Anda tidak ingin melakukannya, jangan pergi, sesederhana itu. Dan setiap orang dapat mengambil keputusan pribadi mereka mengenai hal itu, dan saya sangat menghormatinya," imbuhnya menutup.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!