Pereli Elfyn Evans merasa bahwa upaya mempertahankan gelar juara dunianya akan menjadi sebuah langkah besar ke dalam ketidakpastian seiring dengan penerapan regulasi baru untuk WRC 2027. Pereli asal Wales tersebut akan menjadi pemegang mahkota terakhir di bawah regulasi Rally1 saat ini, di mana mobil-mobil kelas utama akan mulai menyamai spesifikasi mesin Rally2 mulai Januari mendatang. Bersama rekan-rekan setimnya di Toyota, Evans telah menguji mobil spesifikasi 2027 yang komponen utamanya seperti mesin, transmisi, suspensi, dan rem sebagian besar mengadopsi standar Rally2.
Perubahan utama dari regulasi Rally2 mencakup tambahan tenaga sekitar 12 tenaga kuda berkat penggunaan pembatas udara yang lebih besar yaitu 33mm dibandingkan sebelumnya 32mm, peningkatan aerodinamika, serta sasis tubular rancangan FIA yang dirancang lebih tinggi sekitar 20mm demi alasan keamanan. Setelah menguji mobil tersebut di atas permukaan kerikil di Portugal pekan lalu, Evans membeberkan kepada DirtFish bahwa dirinya belum bisa memastikan apa yang akan terjadi pada musim kompetisi mendatang.
"Saya mengendarai mobil di atas permukaan aspal pada bulan April, lalu saya mengendarainya sebelum putaran Amerika Selatan dan pekan lalu, dan pasti ada kemajuan yang dibuat pada mobil tersebut. Dalam hal kemudahan dikendarai, keseimbangan, dan semuanya, mobil ini tentu saja semakin membaik. Namun, ya, akan seperti apa bentuk tahun depan nanti, saya benar-benar tidak tahu," ujar Evans menjelaskan perkembangan pengujian kendaraan terbarunya.
Lebih lanjut, juara dunia tersebut mengakui bahwa penurunan performa adalah harga yang harus dibayar demi efisiensi biaya yang masif bagi tim-tim peserta kejuaraan reli dunia. "Tidak ada keraguan bahwa kita mengambil langkah mundur dalam hal performa dari apa yang selama ini biasa kita gunakan - tetapi sisi positifnya adalah kita memiliki mobil untuk musim depan yang 70 persen lebih murah daripada mobil yang telah kita gunakan hingga saat ini."
Transisi dari kasta tertinggi WRC menuju spesifikasi Rally2 bukanlah hal yang sepenuhnya baru bagi perjalanan karier sang pereli, mengingat ia pernah merasakan dinamika serupa ketika meraih gelar Kejuaraan Reli Inggris bersama M-Sport pada tahun 2016 silam. Kendati demikian, karakteristik teknis mobil generasi 2027 ini membawa tingkat kompleksitas dan variabel baru yang belum teruji di medan reli sebenarnya.
Baca Juga WRC Umumkan Kalender 2027 Berisi 15 Seri, Tandai Kembalinya Amerika Serikat dan Skotlandia"Ini selalu menjadi langkah mundur yang besar. Namun kali ini saya merasa mungkin ada beberapa hal yang lebih tidak diketahui dari mobil tersebut, tentang bagaimana reaksinya dalam keadaan tertentu - dan kita tidak dapat mengetahuinya sampai kita benar-benar turun ke ajang perlombaan itu sendiri," tambah pereli andalan pabrikan asal Jepang tersebut.
Salah satu aspek teknis yang menjadi sorotan utama sang juara dunia adalah perilaku mobil saat melibas lintasan lompatan berkecepatan tinggi yang menjadi ciri khas dari berbagai kejuaraan reli internasional. Hilangnya sebagian besar downforce aerodinamika dari mobil Rally1 saat ini diprediksi akan mengubah secara drastis cara pereli mengendalikan kendaraan di udara maupun saat mendarat.
"Tapi, misalnya, ada elemen lompatan yang bisa menjadi kekhawatiran. Ada banyak bagian berkecepatan sangat tinggi di kejuaraan ini dan kehilangan begitu banyak aerodinamika dari mobil tahun ini akan membutuhkan waktu untuk membiasakan diri. Saya tahu mobil Rally1 yang selama ini kita gunakan sangat cepat, namun entah bagaimana, dengan stabilitas dan segala hal yang kita nikmati pada kecepatan tinggi, itu membuat mereka menjadi mobil yang sangat aman. Saya pikir kita bisa menghadapi beberapa kejutan dengan mobil baru tahun depan, terutama saat melompat. Saya rasa itu sama dengan setiap perubahan regulasi teknis. Kita harus mencoba beradaptasi," tutupnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!