Pemandangan kontras kerap terlihat ketika Marc Marquez berdiri di atas podium. Alih-alih meluapkan kegembiraan usai meraih hasil positif dalam sesi sprint, sang juara dunia justru seringkali menunjukkan ekspresi datar dan minim perayaan. Sikap yang tampak acuh tak acuh ini ternyata bukan sebuah kebetulan, melainkan bagian dari strategi matang untuk mengelola tingkat energi sepanjang akhir pekan balap yang melelahkan.

Sebagai pembalap andalan Ducati, pebalap asal Spanyol tersebut menyadari betul bahwa setiap akhir pekan Grand Prix modern menuntut fisik dan mental yang luar biasa. Format balapan yang semakin padat sejak diperkenalkannya sprint race menuntut efisiensi tingkat tinggi dalam penyimpanan tenaga, terutama mengingat tantangan fisik yang harus dihadapinya setelah rentetan cedera masa lalu.

Menjelaskan pendekatannya yang lebih tenang, Marquez mengungkapkan bahwa gejolak emosi yang berlebihan justru menjadi salah satu sumber kelelahan terbesar selama akhir pekan lomba. "Bukan berarti saya serius, saya sedang menghemat energi. Naik turun emosi sangat menguras tenaga Anda. Secara fisik kita bisa mengatasi karena kita terlatih, tetapi selama Grand Prix, tingkat adrenalin naik tajam lalu turun tiba-tiba. Itu sangat melelahkan," ujar Marquez kepada Motorsport.com.

- Advertisement -
Advertisement

Kebutuhan untuk merestrukturisasi manajemen energi ini semakin mendesak akibat masalah pada bahu kanannya, sebuah dampak dari kecelakaan yang dialaminya di Indonesia tahun lalu. Efek sisa dari insiden tersebut sempat membatasi performanya di paruh pertama musim sebelum akhirnya ia menjalani operasi di sela-sela Grand Prix Prancis untuk mengatasi kompresi saraf radial yang mengganggu fungsi lengannya.

Baca Juga Mercedes Incar Pole di Malaysia, Upgrades Akhirnya Tiba

Meskipun data latihan kardio dan sesi sepedanya menunjukkan hasil yang sangat baik, beban pemulihan pasca-cedera membuat akhir pekan balapan menjadi ujian berat secara mental. Kondisi tersebut sempat membawanya ke titik kelelahan ekstrem, di mana ia merasa tidak memiliki cadangan tenaga tersisa menjelang balapan utama hari Minggu yang menawarkan perolehan poin paling krusial.

"Selama paruh pertama musim, saya benar-benar kosong pada hari Minggu. Saya akan bangun dan yang ingin saya lakukan hanyalah menghabiskan sepanjang hari berbaring di sofa. Dan itu bukan masalah kebugaran fisik yang buruk," kenang Marquez, menggarisbawahi bagaimana pengelolaan energi emosional menjadi kunci penyelamatan performanya di lintasan balap.

Marc Marquez di paddock MotoGP
Marc Marquez saat menjalani sesi akhir pekan MotoGP. Foto: Gold and Goose Photography / LAT Images / via Getty Images