Guenther Steiner meyakini Mercedes sudah memberikan sinyal yang jelas kepada George Russell bahwa misi utamanya hingga akhir musim 2026 adalah mendukung perjuangan gelar Kimi Antonelli. Pernyataan itu muncul dari analisis mantan prinsipal Haas tersebut dalam podcast The Red Flags, menyusul instruksi tim yang meminta Russell memberi jalan kepada rekan setimnya di Grand Prix Belanda.

Memang, awal musim ini Russell datang ke Melbourne sebagai favorit kuat. Namun, segalanya berubah drastis setelah Antonelli memenangi dua balapan beruntun di China dan Jepang, sekaligus menjadikannya pemuncak klasemen termuda dalam sejarah. Kini, pembalap asal Italia itu memimpin dengan 242 poin, sementara Russell tertinggal di posisi kedua dengan 183 poin, sama dengan Lewis Hamilton.

Keputusan Mercedes meminta Russell memberi jalan kepada Antonelli di Zandvoort kembali memicu pertanyaan tentang dinamika internal tim. Padahal, Toto Wolff menegaskan instruksi itu tidak ada hubungannya dengan klasemen. Russell sempat protes singkat di radio tim sebelum akhirnya menuruti perintah, dan finis ketiga di belakang Lando Norris serta Antonelli. Usai balapan, ia mengaku keputusan itu tepat karena rekan setimnya kemungkinan besar akan melewatinya dengan ban yang lebih segar.

- Advertisement -
Advertisement

Menurut Steiner, percakapan yang jelas pasti sudah terjadi saat jeda musim panas untuk menetapkan aturan main baru. Meski belum ada konfirmasi resmi, Steiner menduga Mercedes tidak menyebut Russell sebagai pembalap nomor dua, tetapi memberinya tugas spesifik. "Mereka bilang, 'Kamu sekarang di sini untuk mendukung Kimi. Kalau perlu, kamu harus mendukung Kimi untuk memenangkan gelar. Itu misimu musim ini,'" ujar Steiner.

Baca Juga Tsunoda Bisa Pindah ke IndyCar 2027, Incar Kursi Meyer Shank

Steiner juga mengingatkan bahwa keputusan seperti ini adalah konsekuensi logis dari ambisi tim. "Kalau mau menang, ini yang harus dilakukan. Kalau tidak, kamu mengambil risiko seperti McLaren tahun lalu, lalu sampai di balapan terakhir dan kalah, bukan menang," tegasnya. Analisis ini menggarisbawahi tekanan yang dihadapi Russell, yang kini harus menyeimbangkan ambisi pribadi dengan kepentingan tim.

Dengan paruh kedua musim yang masih panjang, peran Russell sebagai pendukung Antonelli bisa menjadi kunci. Apakah ia akan menerima peran itu sepenuhnya, atau justru berusaha membalikkan keadaan? Yang jelas, dinamika di garasi Mercedes akan menjadi salah satu cerita paling menarik hingga akhir musim.