Brian Uriarte mungkin baru dua kali merasakan podium tertinggi di Moto3, tapi namanya sudah disebut-sebut sebagai calon bintang besar. Namun, siapa sangka, kariernya bisa melaju ke arah yang jauh berbeda andai satu percakapan tak pernah terjadi.
Pembalap Red Bull KTM Ajo itu memulai musim debutnya dengan gemilang. Dua kemenangan diraihnya di Mugello dan Sachsenring, mengantarnya ke posisi kedua klasemen sebelum libur musim panas. Sayang, kecelakaan pertamanya musim ini di Silverstone membuatnya turun ke peringkat keempat.
Sebelum melangkah ke kejuaraan dunia, Uriarte telah mencatatkan sejarah dengan memenangkan Red Bull MotoGP Rookies Cup dan Junior GP di musim yang sama, mengikuti jejak Angel Piqueras, Alvaro Carpe, dan Jose Antonio Rueda. Prestasi itu sudah cukup untuk menobatkannya sebagai prospek besar. Tapi di balik gemerlap aspal, ada cinta lain yang tak pernah padam: motocross.
"Saya sangat suka motocross," ungkap Uriarte kepada Crash.net menjelang Grand Prix Inggris. "Saya memulainya dari motocross dan saya rasa level saya di sana juga bagus."
Tumbuh di Cantabria, Spanyol utara, Uriarte tak punya akses ke sirkuit aspal. Yang ada hanyalah trek motocross yang dibuat dari pasir sisa tambang. "Saya hanya berlatih di pasir karena di kampung saya banyak tambang, dan pasir dari mesin itu dipakai untuk membuat trek," jelasnya.
Baca Juga KTM Ungkap Kejutan Lap Time Mesin 850cc di Tes Jerez 2025Meski bukan Lommel, kemampuan Uriarte di atas motor dirt bike berkembang pesat. Ia bahkan pernah bertarung dengan pembalap MX2 yang kini sukses. "Saya bangga bisa balapan dengan mereka dan mengalahkan beberapa di antaranya," katanya. "Seperti Francisco Garcia yang akan ke Kawasaki tahun depan, atau Carlos Prat, Joel Canadas. Kami sering bertarung."
Perjalanan Uriarte menuju aspal dimulai saat usianya 10 tahun, ketika seorang teman ayahnya menyarankan bahwa balap sirkuit adalah jalur yang lebih baik untuk menjadi profesional. "Ayah saya bingung karena saya cepat di kedua disiplin," candanya. "Mungkin saya bukan yang terbaik, tapi saya cepat di keduanya."
Keputusan itu terbukti tepat. Kini, Uriarte menjadi sorotan di Moto3, dan satu percakapan sederhana telah mengubah total arah kariernya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!