Pandeglang, Nusantara Media  — Estafet kepemimpinan pergerakan mahasiswa berhaluan nasionalis di Kabupaten Pandeglang kembali bergulir. Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Pandeglang periode 2026–2028 secara resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, pada hari Minggu (9/8/2026).

Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi pergerakan mahasiswa di wilayah tersebut. Kepengurusan baru DPC GMNI Pandeglang kini secara sah dinakhodai oleh Bung Abdul Aziz yang terpilih sebagai Ketua, didampingi oleh Bung Galang Irawan yang mengemban amanah sebagai Sekretaris. Keduanya, bersama seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik, telah menyatakan sumpah dan komitmennya untuk menjalankan roda organisasi selama dua tahun ke depan.

Momentum pelantikan ini terasa semakin istimewa dan sarat makna dengan kehadiran sejumlah tokoh penting. Turut hadir langsung untuk memberikan restu dan arahan adalah Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Bung Patra Dewa, serta Ketua DPD GMNI Provinsi Banten, Bung Zein. Acara ini juga dipadati oleh jajaran pengurus demisioner, kader aktif GMNI se-Kabupaten Pandeglang, barisan alumni lintas generasi, hingga sejumlah tamu undangan dari berbagai elemen kepemudaan dan masyarakat.

- Advertisement -

Pada periode kepengurusan ini, DPC GMNI Pandeglang mengusung tema besar bertajuk **“Merawat Persatuan, Menguatkan Barisan, Gotong Royong Wujudkan Pasal 33 UUD 1945.”** Tema tersebut bukan sekadar jargon, melainkan sebuah pijakan filosofis sekaligus arah gerak taktis bagi kepengurusan yang baru dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam narasinya, GMNI Pandeglang menyadari bahwa di tengah dinamika tantangan kebangsaan yang semakin kompleks, persatuan nasional mutlak dijaga. Persatuan tersebut tidak cukup hanya dijadikan slogan retoris semata, melainkan harus diimplementasikan secara nyata melalui kerja-kerja kerakyatan, solidaritas, pembukaan ruang dialog, serta budaya gotong royong yang melibatkan lintas elemen masyarakat.

Lebih lanjut, penyematan frasa mengenai perwujudan Pasal 33 UUD 1945 menjadi sorotan utama dalam agenda pelantikan ini. Hal tersebut secara tegas menunjukkan keberpihakan organisasi terhadap sistem ekonomi kerakyatan. GMNI memandang bahwa Pasal 33 UUD 1945 adalah landasan konstitusional yang paling fundamental dalam memperjuangkan sistem perekonomian negara. Sistem ini harus senantiasa menempatkan kepentingan, kemakmuran, dan kesejahteraan rakyat banyak sebagai orientasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan.

Harapan besar kini disematkan di pundak kepemimpinan Bung Abdul Aziz dan Bung Galang Irawan. Duet kepemimpinan ini diyakini mampu membawa gerbong DPC GMNI Pandeglang menjadi organisasi ekstra-kampus yang semakin solid di ranah internal, progresif dalam ranah pemikiran, serta konsisten dalam menjalankan fungsi kaderisasi secara berkelanjutan.

Tidak hanya fokus pada ranah akademik, kepengurusan baru ini juga menegaskan komitmen kuatnya untuk turun langsung ke akar rumput demi perjuangan kerakyatan. Mereka siap bersinergi dengan pemerintah daerah maupun elemen masyarakat sipil lainnya untuk merespons dan mencari solusi atas berbagai persoalan kedaerahan.

Fokus utama yang akan dikawal oleh GMNI Pandeglang mencakup optimalisasi kebijakan pembangunan daerah, peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan ekonomi kerakyatan, dan peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat. Organisasi ini juga akan mengambil peran sebagai wadah penguatan kapasitas generasi muda sebagai ujung tombak kemajuan daerah ke depannya.

Dengan mengobarkan semangat ajaran Marhaenisme, serta memegang teguh nilai-nilai nasionalisme, DPC GMNI Pandeglang periode 2026–2028 kini siap merapatkan barisan. Mereka bersiap memperkuat konsolidasi struktural dan kultural, sekaligus mengambil peran strategis dalam mengawal hak-hak kaum Marhaen di bumi Pandeglang.