George Russell tidak lagi berada dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 2026. Itulah kenyataan pahit yang harus diterima pembalap Mercedes tersebut setelah Grand Prix Spanyol di Sirkuit Madring, Madrid, akhir pekan lalu. Kini, muncul seruan agar Russell mengalihkan fokusnya ke musim 2027.

Mantan pembalap IndyCar yang kini menjadi analis F1 TV, James Hinchcliffe, menilai bahwa perburuan gelar Russell musim ini sudah berakhir. Menurutnya, Russell harus memanfaatkan sisa musim 2026 sebagai persiapan dini untuk 2027. "Dari sudut pandang kejuaraan, tahun ini sudah selesai baginya. Anda harus menggunakan tahun-tahun seperti ini sebagai pembelajaran, dan baginya, bisa dibilang 2027 dimulai di Baku," ujar Hinchcliffe.

Komentar itu muncul setelah Russell sendiri mengakui bahwa peluangnya untuk menjuarai musim ini sudah sangat kecil. "Secara realistis, saya tidak berada dalam perebutan gelar pembalap, dan itu membuat saya bisa fokus dari balapan ke balapan dan mencoba mendapatkan hasil yang baik," kata Russell kepada F1 TV.

- Advertisement -
Advertisement

Di Madrid, Russell harus puas finis di posisi kelima, sementara rekan setimnya, Kimi Antonelli, memanfaatkan momen virtual safety car untuk meraih kemenangan kedelapannya. Hasil itu memperlebar jarak Antonelli atas Russell menjadi 81 poin di klasemen pembalap. Dengan sisa balapan musim ini, peluang Russell secara matematis memang masih ada, tetapi secara realistis sudah sangat tipis.

Hinchcliffe menyarankan agar Russell menggunakan sisa musim untuk mencari tahu apa yang membuatnya tertinggal dari kecepatan Antonelli. "Fokuslah untuk menemukan apa yang menahan dia dari menyamai kecepatan Kimi. Dia memiliki rangkaian balapan berikutnya sebelum akhir musim untuk benar-benar menyiapkan diri agar bisa langsung tancap gas di 2027," jelasnya.

Baca Juga Capirossi Resmi Jadi MotoGP Legend di Misano, Kenang 22 Tahun Karier

Grand Prix Azerbaijan di Sirkuit Kota Baku pada 24-26 September mendatang akan menjadi balapan berikutnya. Bagi Russell, balapan di Baku bisa menjadi awal dari persiapan menuju musim depan. Meskipun secara matematis masih bisa mengejar, fokus pada pengembangan dan pemahaman diri tampaknya menjadi langkah yang lebih realistis.

Dengan tekanan yang semakin besar, Russell dihadapkan pada pilihan sulit: terus mengejar gelar yang hampir mustahil, atau beralih ke mode persiapan untuk musim depan. Apa pun keputusannya, sisa musim 2026 akan menjadi momen krusial bagi kariernya di Mercedes.