Pandeglang, Nusantara Media - Krisis air bersih yang selalu menjadi momok menahun bagi warga Kampung Cikeusik Kaler, Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, akhirnya mulai menemui titik terang. Setiap kali musim kemarau tiba, masyarakat setempat harus berjuang keras demi mendapatkan air layak pakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Menyusutnya debit air sungai yang dibarengi dengan kondisi air keruh dan tidak layak konsumsi telah memaksa warga hidup dalam keterbatasan yang terus berulang dari tahun ke tahun.

Di tengah himpitan situasi tersebut, warga terpaksa memanfaatkan sisa-sisa sumber mata air sungai karena ketiadaan alternatif lain yang memadai. Kondisi air yang kurang higienis ini memicu kekhawatiran serius terhadap aspek kesehatan publik. Tidak sedikit warga yang dilaporkan menderita gangguan kesehatan seperti penyakit kulit akibat penggunaan air sungai yang tidak memenuhi standar kebersihan. Beban ekonomi masyarakat kian berlipat ganda karena mereka harus menyisihkan anggaran sekitar Rp5.000 per galon demi membeli air minum isi ulang, sebuah pengeluaran yang cukup memberatkan bagi warga berpenghasilan terbatas di tengah lonjakan kebutuhan hidup.

img-afc79b8a.webp

Secercah harapan baru akhirnya menyapa warga pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026. Lembaga Amil Zakat Nasional (Rumah Yatim) bersama Baladika Peduli resmi berkolaborasi menghadirkan program pengeboran air bersih. Inisiatif kemanusiaan ini dilanjutkan dengan pembangunan sarana penampungan serta sistem penyaluran air guna melayani kepentingan umum seluruh masyarakat Kampung Cikeusik Kaler. Momentum penting tersebut ditandai secara simbolis lewat peletakan batu pertama pembangunan sarana toronisasi.

- Advertisement -
Advertisement

Prosesi perintisan fasilitas air bersih ini dihadiri langsung oleh Kapten Inf Purgiarto selaku Danramil 0116/Cikeusik, Kodim 0601/Pandeglang, bersama relawan Rumah Yatim, H. Rohid Saputra. Dalam keterangannya, Kapten Inf Purgiarto menjelaskan bahwa rangkaian pengeboran telah tuntas dilaksanakan sehari sebelumnya pada 16 Oktober 2026. Berdasarkan hasil awal di lapangan, debit air yang dihasilkan dinilai sangat memadai dan diharapkan mampu mencukupi kebutuhan seluruh warga Kampung Cikeusik Kaler secara berkelanjutan.

img-c251e5ba.webp

"Alhamdulillah, pengeboran air bersih sudah dilaksanakan pada 16 Oktober 2026. Insyaallah, debit airnya dapat mencukupi kebutuhan warga Kampung Cikeusik Kaler. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan menjadi solusi bagi masyarakat setiap menghadapi musim kemarau," ungkap Kapten Inf Purgiarto memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak terlibat, termasuk para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezeki mereka.

Baca Juga TMMD Ke-129 Kodim 0601/Pandeglang H+19, Satgas Terus Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Patia

Senada dengan hal tersebut, H. Rohid Saputra selaku relawan Rumah Yatim menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya sinergi lintas elemen ini. Menurutnya, kolaborasi bersama Baladika Peduli yang memiliki kedekatan historis dengan keluarga besar Kopassus merupakan wujud nyata kepedulian sosial untuk menyelesaikan persoalan mendasar di tengah masyarakat. Ia berharap ikhtiar kemanusiaan ini tidak berhenti pada satu titik saja, melainkan terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak wilayah yang membutuhkan uluran tangan.

Kebahagiaan yang mendalam turut dirasakan oleh Sabda, salah seorang warga setempat. Ia mewakili masyarakat menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kepedulian yang diberikan. Selama ini, ancaman kekeringan selalu menghantui setiap kali kemarau melanda desa mereka. Dengan hadirnya fasilitas baru ini, warga kini menaruh asa besar untuk dapat menikmati air bersih yang layak tanpa harus bergantung lagi pada aliran sungai yang kian memprihatinkan, serta menjaga fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.