Liam Lawson kembali membuktikan nilainya di paddock Formula 1. Menggantikan Isack Hadjar yang cedera, pembalap asal Selandia Baru itu tampil impresif di GP Belanda, finis ketujuh dan memaksimalkan potensi mobil Red Bull yang ia kendarai.

Bagi Lawson, akhir pekan di Zandvoort bukan sekadar balapan pengganti. Ini adalah ujian besar setelah dua penampilannya yang mengecewakan di awal 2025. Namun, ia menjawab keraguan dengan performa yang solid, meski harus mengakui keunggulan tiga tim terdepan.

Penampilan Solid di Tengah Tekanan

Start dari posisi kedelapan, Lawson berhasil naik satu posisi setelah Max Verstappen mengalami kecelakaan. Hasil ini diraihnya di tengah balapan sprint yang sulit, di mana ia start dan finis di posisi ke-11.

- Advertisement -
Advertisement

Bos Red Bull, Laurent Mekies, memberikan pujian tulus kepada Lawson. "Sulit saat ini untuk berpindah dari satu tim ke tim lain, jadi saya pikir Liam melakukan yang terbaik. Dia jelas melakukan pekerjaan yang sangat bagus di kualifikasi, hanya terpaut sepersepuluh dari Max. Hari ini, balapan yang dijalaninya sendirian," ujarnya kepada Sky Sports.

Mekies juga menambahkan bahwa tanpa patokan dari Max, sulit menilai kecepatan murni Lawson. "Tapi dia mengambil poin, poin untuk posisi ketujuh, dan itu mungkin yang terbaik yang bisa dia lakukan hari ini," tegasnya.

Penalti dan Pelajaran Berharga

Lawson sebenarnya sempat terkena penalti 10 detik karena gagal melambat saat bendera kuning di tikungan 3 pada lap 55, menyusul insiden Esteban Ocon. Meski begitu, penalti tersebut tidak mengubah hasil akhirnya karena ia finis satu lap di depan Nico Hulkenberg di posisi kedelapan.

Baca Juga Bearman Akui Kebangkitan Hamilton Tidak Ideal untuk Kariernya

“Hari ini sulit, jujur saja. Lap pertama cukup menyenangkan, tapi setelah itu kami kesulitan mengejar kecepatan para pembalap depan,” kata Lawson kepada Sky Sports. “Saya tahu akan sulit setelah kualifikasi kemarin. Kami berdua tertinggal, dan saya merasa sudah melakukan lap yang bagus. Tapi ternyata lebih sulit dari perkiraan.”

Ia pun bertekad mengambil pelajaran dari akhir pekan ini. “Saya pasti akan mencoba memahami hal-hal yang bisa dipelajari setelah akhir pekan ini,” pungkasnya.

Zandvoort menjadi balapan pertama Lawson untuk Red Bull sejak awal 2025. Belum jelas apakah ia akan kembali ke Racing Bulls untuk seri berikutnya di Monza.