Dunia reli internasional kembali dihebohkan oleh dinamika perpindahan kru di dalam paddock. Pereli Yohan Rossel dan co-driver setianya, Arnaud Dunand, secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri kemitraan profesional yang telah terjalin selama empat musim penuh di ajang Kejuaraan Reli Dunia (WRC2). Keputusan mengejutkan ini diumumkan hanya berselang satu minggu setelah pasangan Jon Armstrong dan Shane Byrne juga memutuskan untuk berpisah jalan dalam karier reli mereka.
Selama empat tahun terakhir bahu-membahu di kokpit, Yohan Rossel dan Arnaud Dunand telah mencatatkan berbagai pencapaian gemilang yang menempatkan mereka sebagai salah satu pasangan paling kompetitif di kelas WRC2. Tercatat, dari total sembilan kemenangan WRC2 yang diraih oleh sang pereli, delapan di antaranya dipersembahkan berkat kerja sama apik di sebelah Rossel sejak pertama kali berpasangan pada musim 2022 silam. Mereka terus konsisten berjuang bersama dalam perburuan gelar juara dunia, mulai dari mengusung panji Citroen hingga tantangan bersama Lancia.
Meski telah menorehkan tinta emas dalam sejarah karier reli mereka, dinamika profesional memaksa keduanya mengambil jalan berbeda demi ambisi masa depan. Dalam pengumuman resminya, pereli berusia 31 tahun tersebut mengungkapkan bahwa rekan setingkatnya itu memilih untuk melangkah ke babak baru dalam perjalanan profesionalnya. Keputusan ini diambil di tengah ketidakpastian program masa depan sang pereli serta teka-teki siapa yang akan mengisi kursi co-driver pada musim kompetisi 2027 mendatang.
"Setelah empat tahun bersama dan delapan kemenangan WRC2, Arnaud telah memutuskan untuk membawa kariernya ke arah yang baru. Semoga sukses untuk masa depan," ujar Yohan Rossel mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dedikasi sang co-driver. "Terima kasih untuk tahun-tahun hebat ini dan untuk semua pekerjaan yang telah kamu lakukan di sisi saya," tambahnya melalui pernyataan emosional yang merangkum perjalanan panjang mereka di kancah reli global.
Menanggapi perpisahan tersebut, Arnaud Dunand turut membagikan unggahan sang pereli melalui fitur cerita Instagram pribadinya dengan menyampaikan pesan penuh rasa terima kasih. "Terima kasih atas empat tahun yang luar biasa! Saya mendoakan yang terbaik untuk masa depanmu," tulis Dunand sebagai salam perpisahan yang hangat untuk menutup salah satu era paling sukses di kelas pendukung WRC tersebut.
Baca Juga Tim WRC Berpeluang Kembali ke Arctic Lapland Rally Usai Pembicaraan DigelarHingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai siapa yang akan menduduki kursi co-driver Yohan Rossel pada tahun 2027, begitu pula dengan rencana masa depan Arnaud Dunand maupun program balap sang pereli asal Prancis itu. Di sisi lain, pereli yang kini menginjak usia 31 tahun itu dikenal sangat berambisi untuk segera naik tingkat dan berlaga di kategori utama Rally1 setelah bertahun-tahun menjadi salah satu kekuatan dominan di kelas Rally2 bersama Stellantis Motorsport.
Ambisi besar tersebut sempat memicu desas-desus di paddock ketika sang pereli dilaporkan mendorong pabrikan Lancia untuk mengembangkan perangkat kit khusus pada mobil Ypsilon Rally2 HF Integrale agar dapat bertransformasi menjadi mobil Rally1 yang kompetitif. Kendati demikian, wacana pengembangan tersebut hingga saat ini belum menunjukkan titik terang atau terealisasi di atas lintasan reli dunia.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!