Pekan balap Formula 1 di Autodromo Hermanos Rodriguez berubah menjadi mimpi buruk bagi Liam Lawson setelah ia secara resmi didiskualifikasi dari sesi kualifikasi Grand Prix Meksiko. Hukuman berat ini memaksa pembalap asal Selandia Baru tersebut harus memulai balapan utama hari Minggu dari posisi paling buncit di barisan belakang grid. Insiden pelanggaran teknis ini semakin melengkapi rangkaian akhir pekan yang sangat sulit bagi sang pembalap muda yang sepanjang musim ini sebenarnya tampil cukup konsisten di barisan tengah.

Kesulitan Lawson dimulai sejak sesi latihan bebas kedua pada hari Jumat lalu, di mana ia terlibat insiden gesekan di atas lintasan dengan mantan rekan setimnya, Max Verstappen. Insiden tersebut berbuntut panjang ketika pengawas balapan memutuskan untuk menjatuhkan penalti turun satu posisi di grid kepada kedua pembalap untuk balapan utama Grand Prix hari Minggu. Tekanan psikologis dan teknis yang dihadapi oleh sang pembalap kian berlipat ganda menjelang sesi penentuan posisi start.

Padahal, sebelumnya Racing Bulls sempat menunjukkan performa yang cukup menjanjikan melalui catatan waktu yang impresif di atas lintasan. Lawson berhasil mengamankan posisi start ketujuh yang sangat kompetitif dalam sesi kualifikasi yang berjalan sangat ketat. Namun, kegembiraan tersebut tidak bertahan lama setelah para pengawas balapan memanggil perwakilan tim untuk melakukan investigasi mendalam terhadap mobil yang dikemudikannya pada sesi Q2.

- Advertisement -
Advertisement

Berdasarkan laporan resmi dari para pengawas balapan, ditemukan bahwa mobil yang dikemudikan oleh sang pembalap mengalami pelanggaran regulasi teknis yang cukup serius. Pengawas balapan menyatakan bahwa pembalap gagal melepaskan pedal gas secara langsung setelah melintasi garis kontrol pada akhir putaran cepatnya di sesi Q2. Hal tersebut berdampak langsung pada tingkat pengurangan penyaluran MGUK yang diwajibkan untuk mencapai tahapan penurunan yang telah diatur dalam regulasi resmi Formula 1.

Dalam pembelaannya di hadapan para pengawas balapan, pihak tim secara terbuka mengakui kesalahan teknis tersebut namun bersikeras bahwa insiden itu sama sekali tidak memberikan keuntungan kompetitif bagi pembalap. Dokumen resmi dari pengawas balapan menyebutkan bahwa bukti-bukti yang diajukan telah diterima oleh semua pihak yang hadir dalam investigasi tersebut. Pihak pengawas mencatat bahwa tim melakukan pengungkapan mandiri atas pelanggaran tersebut, namun preseden regulasi tetap mengharuskan penjatuhan sanksi diskualifikasi secara tegas.

Baca Juga George Russell Hadapi Ancaman Serius dari Antonelli di F1 2026

Keputusan tersebut menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap regulasi teknik tidak dapat ditoleransi meskipun terdapat keadaan yang meringankan dari pihak tim. Dokumen investigasi menyatakan, "Para pengawas mencatat secara khusus bahwa tim melakukan pengungkapan mandiri atas pelanggaran tersebut. Namun, ada banyak preseden yang mengharuskan kami, terlepas dari semua keadaan yang meringankan, untuk menjatuhkan hukuman diskualifikasi di mana sebuah mobil tidak mematuhi Regulasi Teknis."

Dengan posisi start di barisan paling belakang, tantangan berat kini menanti pembalap muda berbakat ini dalam upaya penyelamatan balapannya di Mexico City. Di tengah akhir pekan yang penuh ujian berat ini, ia tetap harus berjuang keras menerobos barisan di depannya demi membuktikan kapasitasnya dan mengamankan perpanjangan kontrak yang telah lama dinantikannya bersama tim untuk musim kompetisi mendatang.