LAMPUNG ,Nusantara Media – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laman resmi MAGMA Indonesia merilis laporan terbaru aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Berdasarkan periode pengamatan pada Senin, 13 Juli 2026, pukul 00.00 hingga 06.00 WIB,
gunung api ikonik tersebut masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan.Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).
Mengingat potensi bahaya yang masih ada, otoritas terkait memberikan imbauan tegas kepada masyarakat, nelayan, maupun wisatawan agar tidak beraktivitas di sekitar kawah aktif.
Berdasarkan laporan yang disusun oleh pengamat gunung api, Anggi Nuryo Saputro, aktivitas visual menunjukkan kondisi gunung yang tertutup kabut dengan intensitas fluktuatif.
Asap kawah berwarna putih terpantau keluar dengan intensitas sedang hingga tebal, mencapai ketinggian antara 30 hingga 100 meter di atas puncak kawah.Data seismograf atau kegempaan mencatat adanya aktivitas internal gunung yang masih berlangsung, di antaranya:
Tercatat terjadi sebanyak 5 kali dengan amplitudo 9-13 mm dan durasi 23-35 detik.
Terjadi sebanyak 2 kali dengan amplitudo 8-16 mm.
Terekam dengan amplitudo antara 1 hingga 6 mm, di mana dominasi amplitudo berada di angka 2 mm.Kondisi meteorologi di sekitar lokasi pengamatan terpantau berawan dengan suhu udara rata-rata 26,6 hingga 26,8 derajat Celcius dan kelembapan udara mencapai 76-81 persen.
Angin bertiup lemah ke arah barat daya dan barat laut, sementara ombak laut di sekitar kawasan Anak Krakatau terpantau tenang.
Pihak PVMBG menegaskan kembali bahwa radius bahaya masih berlaku bagi siapa pun. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras untuk mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Langkah preventif ini diambil guna menghindari dampak dari potensi erupsi mendadak atau lontaran material vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari Badan Geologi melalui kanal resmi MAGMA Indonesia dan tidak mudah terpancing oleh berita bohong atau hoaks yang beredar di media sosial.
Pihak Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau akan terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam untuk mendeteksi perubahan aktivitas vulkanik sekecil apa pun.
Pastikan Anda selalu memperbarui informasi melalui sumber resmi dari KESDM atau Badan Geologi untuk memastikan keamanan diri saat berada di pesisir Lampung maupun perairan Selat Sunda.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!