Penghentian proyek ini diduga akibat intervensi seorang mantan lurah. Dalam video yang viral, pria yang diduga mantan lurah itu memprotes pembangunan turap dengan nada tinggi. “Gak ada artinya, titik! Hentikan proyek ini. Kalau gak suka, laporkan saya!” katanya.
Informasi dari warga menyebutkan bahwa oknum tersebut meminta prioritas pada perbaikan jalan, bukan turap. Namun, warga menilai turap lebih urgent untuk atasi banjir tahunan yang mengganggu aktivitas mereka.
Seorang tokoh masyarakat, yang tak ingin disebut namanya, berkata, “Kami butuh turap ini. Banjir selalu datang tiap musim hujan. Jika proyek ini berhenti karena kepentingan pribadi, kami yang rugi.”
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah desa atau pelaksana proyek. Warga mendesak agar pembangunan turap dilanjutkan dan meminta pihak berwenang segera menangani masalah ini.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!