Collin Veijer meninggalkan MotorLand Aragon tanpa poin, tetapi dengan kepercayaan diri tinggi. Pembalap Red Bull KTM Ajo itu sempat berada di posisi ketiga pada race Moto2 sebelum terjatuh di lap-lap akhir. Meski kecewa, pebalap Belanda itu justru memetik banyak hal positif dari performanya.

Start dari posisi keenam, Veijer langsung tampil agresif. Ia menuntaskan lap pertama di urutan kelima dan mencatatkan lap tercepat race. Setelah melewati Manuel Gonzalez, ia berduel sengit dengan Daniel Holgado sebelum akhirnya mengamankan posisi ketiga. Selisihnya dengan pemimpin race, Alonso Lopez, bahkan sempat menyusut hingga sekitar satu detik dengan enam lap tersisa.

“Saya merasa start yang sangat baik dan langsung bisa mengikuti kelompok depan. Setelah melewati beberapa pebalap, saya bisa mengejar gap ke pemimpin. Sayangnya, saya meminta terlalu banyak dari ban depan dan akhirnya crash,” ujar Veijer.

- Advertisement -
Advertisement

Kecelakaan terjadi saat ia mencoba bertahan dari serangan David Alonso. Veijer mengaku melakukan kesalahan kecil yang berakibat fatal. Padahal, peluang podium terbuka lebar mengingat ritmenya sangat kompetitif sepanjang race.

Bagi pebalap 21 tahun asal Staphorst ini, akhir pekan di Aragon merupakan debutnya di Moto2 di sirkuit tersebut. Langsung mampu bersaing di posisi depan menjadi sinyal positif. Ia merasa kondisinya sudah kembali seperti sebelum cedera bahu yang sempat mengganggunya.

Baca Juga Steiner Buka Peluang Tech3 Comeback ke Moto2: 'Saya Tidak Menutupnya'

“Ini akhir pekan yang sangat positif. Kami datang pertama kali dan langsung fight untuk podium. Perasaan saya sudah kembali seperti sebelum cedera. Masih ada banyak hal untuk diperbaiki, tapi secara keseluruhan saya merasa jauh lebih baik,” tegasnya.

Dengan hasil ini, Veijer tetap optimistis menghadapi seri berikutnya. Ia berharap bisa mempertahankan performa dan mengkonversinya menjadi hasil akhir yang manis.