Pecco Bagnaia mengeluarkan peringatan mengejutkan setelah kembali gagal finis di MotoGP Aragon. Pembalap Ducati tersebut mengaku 'tidak bisa membayangkan' masalah yang akan ia hadapi saat tiba di sirkuit dengan tingkat cengkeraman rendah. Kekhawatiran ini muncul setelah ia terjatuh pada putaran keenam dari 23 putaran balapan, tepatnya saat sedang berada di posisi ketujuh.
Ini merupakan kegagalan kedua beruntun bagi Bagnaia sejak libur musim panas. Sebelumnya, ia juga terjatuh di Grand Prix Inggris yang berlangsung di Silverstone. Masalah grip belakang yang sudah lama menghantuinya pada Ducati GP26 kini semakin memburuk, membuat performanya di paruh kedua musim ini jauh dari kata ideal.
Grip Belakang Habis dalam Lima Putaran
Bagnaia menjelaskan bahwa ia sudah kehilangan grip ban belakang medium hanya dalam lima putaran. Kondisi ini membuatnya harus mengurangi tenaga sejak awal balapan, namun tetap tidak mampu mencegah kecelakaan yang terjadi karena kehilangan kendali di bagian belakang, lalu diikuti oleh bagian depan saat ban kembali mencengkeram.
“Kehilangan bagian belakang, lalu kehilangan bagian depan,” ujarnya. “Bagi saya, kurangnya grip dari belakang terlalu berlebihan. Kenyataannya saya tidak punya grip sama sekali—benar-benar nol. Saya mengurangi tenaga setelah lima putaran karena ban belakang sudah habis total, padahal saya tidak memaksakan apa pun.”
Padahal, di pertengahan musim Bagnaia sempat menunjukkan perbaikan signifikan dengan empat podium beruntun antara Barcelona dan Brno. Namun, sejak Silverstone, performanya merosot tajam. Ia merasa ada sesuatu yang berubah pada motornya, dan kini ia khawatir ketika tiba di sirkuit yang dikenal minim traksi.
Baca Juga Tech3 KTM Resmi Rekrut Luca Marini untuk MotoGP 2027-2028“Saya pikir feeling tidak terlalu buruk hingga Sachsenring. Semuanya bekerja lebih konsisten. Saya memang kesulitan, tapi hasilnya lebih optimistis. Sejak Silverstone, sesuatu terjadi karena saya benar-benar kehilangan grip total. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi saat tiba di sirkuit dengan level grip lebih rendah. Saya tidak bisa membayangkannya,” tambah Bagnaia.
Ia juga menegaskan tidak ada perubahan besar pada set-up motor yang bisa menjelaskan penurunan performa ini. Pada sesi pemanasan, ia sempat mencoba memindahkan beban ke belakang, namun hasilnya justru membuat segalanya lebih sulit. “Set-up mirip. Pagi harinya saya merasa sedikit lebih baik. Kami mencoba menaruh lebih banyak bobot di belakang, tapi itu lebih sulit di sprint. Pagi harinya, kami kembali ke set-up seperti biasanya. Pemanasan adalah bencana karena banyak alasan, tapi di balapan ban habis dalam lima putaran,” jelasnya.
Kegagalan ini membuat Bagnaia semakin tertinggal dalam perebutan gelar juara dunia. Dengan masalah teknis yang tampaknya belum menemukan solusi, tekanan pada pembalap Italia tersebut semakin besar untuk segera menemukan jalan keluar sebelum musim memasuki seri-seri penentu.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!