Lingga, Nusantara Media  – Bertepatan dengan malam ke-25 Ramadhan 1447 H, Surau Nurul Ikhwan di Dusun Satu, Kampung Bukit menggelar acara makan seidang (makan bersama dalam talam besar) sebagai penutup khataman tadarus Al-Qur'an 30 juz.

Acara berlangsung Sabtu (14/3/2026) pukul 21.00 WIB, tepat setelah shalat tarawih. Hadir sejumlah tokoh masyarakat, antara lain Kepala Desa Misran, Ketua Masjid Nurul Iman Syafarudin Latif beserta rombongan, Ketua Surau Baitul Ikhlas Januar Sidik, H M Thahir, H Purnomo, Ketua LAM Desa Johari, majelis taklim, ibu-ibu PKK, serta puluhan jemaah tarawih.

Ketua Surau Nurul Ikhwan, Syamsurizal, menjelaskan bahwa tradisi ini sudah menjadi warisan turun-temurun di kampung mereka. "Memang acara seperti ini sudah menjadi tradisi di kampung kami. Di tiga rumah ibadah yang ada—Surau Nurul Ikhwan, Surau Pasir Lirik, dan Masjid Nurul Iman—semuanya melaksanakan hal serupa karena sudah mendarah daging dan tak bisa dihilangkan," ujarnya.

- Advertisement -

Hal senada disampaikan Kepala Desa Misran. Menurutnya, makan seidang rutin digelar pada hari-hari besar Islam maupun khatam Al-Qur'an. "Sejak malam pertama puasa, anak-anak sudah mulai tadarus dari juz 1 hingga juz 30. Malam ini adalah puncaknya, sehingga ditutup dengan doa bersama dan makan kue serta hidangan yang dibawa warga. Suasananya meriah, penuh rasa kebersamaan," katanya.

Ia menambahkan, tradisi serupa juga dilakukan menjelang Idul Fitri setelah shalat Id. "Tidak seperti di kota besar, di mana usai shalat tarawih langsung pulang, di desa masih kuat menjaga solidaritas. Makan bersama di masjid atau surau mempererat silaturahmi," ungkap Kades.

Untuk tahun ini, jadwal rotasi acara perdana digelar di Surau Kampung Bukit malam ini, besok malam (15/3) di Surau Pasir Lirik, dan penutup di Masjid Nurul Iman Dusun Dua, Kampung Bukit.

Tradisi makan seidang saat khatam Al-Qur'an Ramadhan ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat desa di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan yang masih mempertahankan nilai gotong royong dan keagamaan di tengah modernisasi.