Pembalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, dipastikan harus melewatkan sisa kompetisi MotoGP musim 2026. Keputusan pahit ini diambil setelah sang juara dunia Superbike tersebut terpaksa harus naik meja operasi guna memperbaiki kerusakan parah pada bagian bahunya, cedera yang ia dapatkan sepuluh hari lalu di ajang Grand Prix Indonesia.
Insiden nahas tersebut bermula ketika Razgatlioglu mengalami kecelakaan hebat saat sesi latihan bebas pada Sabtu pagi di Sirkuit Mandalika. Ia terlempar dalam insiden highside yang agresif di Tikungan 13, yang mengakibatkan bahunya mengalami dislokasi. Meskipun demikian, tim medis MotoGP sempat menyatakan dirinya cukup bugar untuk melanjutkan sisa akhir pekan balapan, dan ia langsung turun ke lintasan pada sesi kualifikasi untuk mengamankan posisi start ke-19.
Razgatlioglu sempat merampungkan balapan sprint hari Sabtu di posisi yang sama, namun ia tidak mampu bertahan lama pada balapan utama hari Minggu dan harus memutuskan mundur ketika balapan baru berjalan delapan putaran. Ketika memutuskan untuk menarik diri dari lintasan, ia mengungkapkan rasa sakit yang luar biasa serta penurunan fungsi fisik yang drastis pada anggota tubuhnya.
Ketika saya bangun pagi ini, saya merasakan sakit yang luar biasa dan gerakan saya sangat terbatas, ujar Razgatlioglu menjelaskan kondisi fisiknya usai memutuskan mundur dari balapan di Mandalika.
Dan oke, saya memang diberi obat pereda nyeri, tetapi rasa sakit itu bukanlah masalah utama. Masalah terbesar adalah hilangnya tenaga setelah bahu saya bergeser. Saya tidak merasakan tenaga sama sekali, terutama saat melakukan pengereman keras di atas motor.
Setelah kepulangannya ke Turki, pemeriksaan lanjutan melalui pemindaian MRI mengonfirmasi bahwa cedera tersebut memerlukan tindakan medis lanjutan. Razgatlioglu akhirnya harus menjalani operasi stabilisasi dislokasi bahu di Milan pada hari Senin, yang sekaligus menandai awal dari proses rehabilitasi panjang mirip dengan situasi yang pernah dialami oleh Marc Marquez pada musim-musim sebelumnya.
Baca Juga Bos Tim MotoGP Gino Borsoi Jadi Korban Penipuan Tiket PalsuUntuk mengisi kekosongan kursi balap yang ditinggalkan, pabrikan Iwata menunjuk pembalap penguji Augusto Fernandez sebagai pengganti sementara. Fernandez diproyeksikan untuk mengemban tugas ganda, yakni menyelesaikan pengembangan mesin baru berkapasitas 850cc yang akan digunakan pada musim 2027 mendatang.
Direktur Tim Pramac, Gino Borsoi, mengungkapkan rasa penyesalannya atas insiden yang menimpa pembalap andalannya tersebut. Ia menegaskan bahwa prioritas utama tim saat ini adalah kesehatan sang pembalap agar bisa kembali pulih sepenuhnya.
Kami sangat merasa sedih untuk Toprak, karena kami tahu betul betapa besar keinginannya untuk tetap membalap di Phillip Island dan melanjutkan proses adaptasinya bersama YZR-M1, tutur Borsoi. Kesehatan adalah hal yang utama, dan kami akan terus memberikan dukungan penuh selama masa pemulihannya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!