Asosiasi tim MotoGP telah mengonfirmasi bahwa seri balapan di Qatar dijadwalkan tetap berlangsung pada 6 hingga 8 November mendatang. Keputusan ini diambil meskipun situasi keamanan di Timur Tengah masih diliputi ketidakpastian akibat konflik yang belum sepenuhnya mereda sejak awal tahun.
Awalnya, ajang balap bergengsi ini dijadwalkan pada bulan April lalu, namun harus mengalami penundaan menyusul eskalasi konflik yang pecah pada akhir Februari. Situasi tersebut membuat sebagian besar negara Eropa mengeluarkan imbauan agar warga mereka menunda segala bentuk perjalanan ke wilayah tersebut, kendati intensitas konflik kini dilaporkan tidak separah fase awal.
Di sisi lain, promotor kejuaraan MGPSEG menegaskan bahwa berbagai jaminan keamanan yang diberikan oleh otoritas setempat sudah sangat memadai. Rangkaian balapan di Sirkuit Lusail, Doha, ini diproyeksikan menjadi seri ketiga dari rangkaian tiga balapan beruntun setelah Australia dan Malaysia.
Menjelang tenggat waktu pemasangan paddock di sirkuit, Asosiasi Tim Balap Jalan Raya Internasional (IRTA) telah mengirimkan pesan elektronik kepada seluruh tim. Dalam komunikasi tersebut, ditekankan bahwa promotor lokal telah menyiapkan rencana kontinjensi khusus yang didukung penuh oleh pemantauan kedutaan besar terkait.
Baca Juga KTM Berjuang Kembalikan Keunggulan Start Usai Larangan HoleshotDinamika internal turut mewarnai persiapan menuju Qatar, terutama perubahan sikap dari pabrikan asal Jepang seperti Yamaha dan Honda yang sebelumnya sempat menolak memberangkatkan staf. Sementara itu, para pebalap dilaporkan terbelah, di mana sebagian besar dikabarkan lebih memilih menghindari perjalanan tersebut demi alasan keamanan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!