Departemen teknis Supercars baru saja mengambil langkah proaktif yang signifikan dalam mengatasi masalah teknis yang telah lama membayangi ajang balap mobil touring paling bergengsi di Australia ini. Mereka secara khusus menggelar sesi pengujian rem yang intensif di Queensland Raceway, memanfaatkan kendaraan cadangan Ford Mustang milik Triple Eight untuk membedah akar permasalahan yang kerap dikeluhkan oleh para kontestan di berbagai seri balapan sebelumnya.
Dalam sesi pengujian tertutup tersebut, Triple Eight menurunkan dua pembalap reguler mereka yang tampil kompetitif musim ini, yakni Broc Feeney dan Will Brown. Kehadiran kedua pembalap andalan ini sangat krusial untuk memberikan umpan balik langsung yang akurat mengenai stabilitas pengereman serta sensasi pedal yang dirasakan di balik kemudi dalam berbagai simulasi kecepatan tinggi yang ekstrem.
Pihak Supercars melengkapi mobil pengujian tersebut dengan instrumen tambahan yang sangat canggih. Perangkat ini memungkinkan tim teknis untuk mengukur jauh lebih banyak titik data secara komprehensif, sebuah metode pengumpulan data yang tidak mungkin dilakukan secara maksimal di tengah jadwal pekat akhir pekan balapan resmi yang dibatasi oleh regulasi waktu yang ketat.
Sepanjang hari pengujian berlangsung, Supercars mengevaluasi beberapa pilihan kampas rem yang berbeda untuk dipasang pada bagian roda depan maupun belakang mobil Mustang tersebut. Uji coba komparatif ini merupakan bagian dari rangkaian panjang langkah strategis yang sedang ditempuh untuk mengevaluasi ulang paket pengereman secara menyeluruh, menyusul serangkaian insiden yang sempat memicu kekhawatiran keamanan di paddock.
Sebelumnya, masalah pengereman memang telah menjadi momok yang mengganggu performa sejumlah tim dalam beberapa putaran kejuaraan. Krisis ini bermula dari insiden di Ipswich Super440 dan hari pengujian pramusim, di mana pembalap Harri Jones mengalami kecelakaan hebat akibat kegagalan fungsi rem yang mendadak di lintasan.
Meskipun pihak penyelenggara sempat menduga masalah tersebut berasal dari cacat produksi pada salah satu batch komponen sebelum putaran Queensland Raceway—yang kemudian direspons dengan mendatangkan kampas rem baru jelang The Bend 500—kenyataannya kendala teknis serupa masih saja menghantui para pembalap hingga ajang bergengsi Bathurst 1000.
Baca Juga Pembalap Super2 James Hodson Siap Jalani Aksi Ganda di Speedway AdelaideDampak dari inkonsistensi performa rem tersebut sangat dirasakan di Bathurst, di mana sejumlah kontestan terpaksa harus melakukan penggantian komponen rem berkali-kali di dalam garasi selama balapan berlangsung demi alasan keselamatan. Situasi ini memaksa manajemen kejuaraan untuk bergerak cepat mencari solusi permanen sebelum kompetisi memasuki fase krusial penentuan gelar juara.
Kini, perhatian beralih ke putaran Sandown 500 yang dijadwalkan berlangsung pada 6-8 November mendatang. Karakteristik Sirkuit Sandown yang terkenal dengan lintasan lurus panjang yang langsung berujung pada zona pengereman keras diprediksi akan menjadi ujian nyata sekaligus memberikan umpan balik teknis lanjutan yang sangat berharga bagi Supercars.
Ajang di Sandown ini juga memegang peranan yang sangat penting karena sisa tujuh pembalap yang berada di fase Finals akan disaring kembali menjadi empat besar saja, sebelum akhirnya bertarung secara habis-habisan di seri Grand Final Adelaide untuk memperebutkan mahkota juara musim ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!