Direktur Teknis Aprilia Racing, Fabiano Sterlacchini, memberikan analisis mendalam mengenai jalannya balapan Sprint Race di Sirkuit Mandalika yang menyisakan banyak penyesalan bagi pabrikan asal Noale tersebut. Menurutnya, insiden yang melibatkan sejumlah pembalap di awal lomba merupakan murni insiden balap akibat rangkaian situasi yang kurang beruntung, sementara Jorge Martin harus menghadapi kendala teknis pelik terkait tekanan ban yang merusak peluang kemenangannya.

Balapan pendek di Mandalika ini memang berjalan sangat dramatis dan penuh kesialan bagi kubu Aprilia. Pabrikan Veneto tersebut harus kehilangan dua pembalapnya seketika saat start dimulai. Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez langsung tersingkir akibat efek domino yang tak terhindarkan. Insiden tersebut dipicu oleh aksi agresif di sisi dalam yang dilakukan oleh Fabio Di Giannantonio dan Marc Marquez, membuat jalannya balapan langsung berubah drastis sejak tikungan pertama.

Sebelum mengalami masalah, Jorge Martin tampak sangat perkasa dan berada di jalur yang tepat untuk meraih kemenangan mudah yang seharusnya bisa membawanya unggul lima poin atas Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia. Namun, asa tersebut mendadak pudar ketika sang pembalap Spanyol mulai merasakan anomali pada temperatur serta tekanan ban kendaraannya yang berada di luar batas regulasi teknis yang telah ditetapkan.

- Advertisement -
Advertisement

Demi menghindari sanksi regulasi yang merugikan, Martin secara terpaksa harus mengendurkan kecepatan dan membiarkan Marc Marquez mengambil alih pimpinan lomba. Strategi tersebut dilakukan agar ban motornya mendapatkan ruang sirkulasi udara yang cukup untuk mengembalikan parameter tekanan ke dalam batas normal yang diizinkan oleh pengawas balapan MotoGP.

Kendati demikian, keputusan taktis tersebut justru berbuah manis pahit bagi pembalap Spanyol itu. Bukan hanya gagal merebut kembali posisi terdepan dari para pesaingnya, Martin bahkan melakukan kesalahan fatal akibat hilangnya ritme balap yang berujung pada kecelakaan kecil. Akibat insiden tersebut, posisinya merosot jauh hingga terlempar ke peringkat keempat di belakang Ai Ogura dan Fabio Di Giannantonio.

Menanggapi rentetan drama yang merugikan timnya di Mandalika, Fabiano Sterlacchini memberikan penjelasan teknis yang komprehensif. Dilansir dari FormulaPassion, sang direktur teknik menegaskan bahwa situasi pelik yang menimpa rival-rivalnya merupakan fenomena umum yang kerap berulang di sirkuit dengan karakteristik cuaca ekstrem seperti di Indonesia.

Baca Juga Jorge Martin Keluhkan Defisit di Setiap Tikungan di Misano

Martin purtroppo si e trovato costretto a cercare di far salire la pressione delle gomme, e successo spesso in passato e in particolare puo capitare su questa pista con queste temperature e questa umidita, ungkap Sterlacchini saat menguraikan problem teknis yang mendera motor anak asuhnya di tengah sengitnya persaingan ketat lintasan.

Sterlacchini juga menambahkan bahwa insiden senggolan di tikungan awal sama sekali bukan bentuk agresi yang sengaja diciptakan, melainkan murni konsekuensi dari dinamika start. Alhasil, potensi besar yang dimiliki oleh Bezzecchi dan Fernandez harus terbuang sia-sia sebelum mereka dapat menunjukkan kecepatan optimal sepanjang durasi lomba yang direncanakan.

Meski demikian, manajemen tim enggan berlarut-larut dalam kekecewaan mendalam menyikapi hasil minor di sesi Sprint kali ini. Fokus utama tim kini beralih sepenuhnya pada persiapan menghadapi balapan utama esok hari yang menjanjikan perolehan pundi-pundi poin jauh lebih besar demi mengamankan ambisi besar di tangga klasemen kejuaraan dunia.