LAMPUNG SELATAN, Nusantara Media – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (157 mdpl) yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, terus dipantau secara intensif.
Berdasarkan laporan pengamatan terbaru pada periode Rabu, 24 Juni 2026 (pukul 00:00 hingga 24:00 WIB), gunung berapi di Selat Sunda ini masih menunjukkan sejumlah gejolak, mulai dari kegempaan yang cukup tinggi hingga penampakan sinar api.
Secara visual, cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan bervariasi dari cerah, berawan, mendung, hingga turun hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat daya, barat, dan barat laut dengan suhu udara berkisar antara 27.5 hingga 31.8 °C.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, mengepul pada ketinggian 10 hingga 200 meter di atas puncak kawah.
Namun, temuan visual yang paling mencolok pada periode ini adalah teramatinya sinar api dari arah kawah pada malam hari, meski kondisi ombak laut di sekitar kepulauan terpantau tenang.
Dari sisi kegempaan, instrumen pemantauan mencatat terjadinya ratusan aktivitas seismik dalam waktu 24 jam. Rincian kegempaan tersebut meliputi:
Gempa Hembusan: 41 kejadian (Amplitudo 3.2-11.8 mm, durasi 11-76 detik).
Gempa Low Frekuensi: 21 kejadian (Amplitudo 3.5-26.5 mm, durasi 4-28 detik).
Gempa Hybrid/Fase Banyak: 47 kejadian (Amplitudo 3.5-25.6 mm, durasi 6-34 detik).
Gempa Tektonik Jauh: 1 kejadian (Amplitudo 13.8 mm, durasi 42 detik).
Selain itu, seismograf juga merekam adanya Tremor Menerus (Microtremor) dengan amplitudo 0.5 hingga 5 mm (dominan di angka 1 mm), yang mengindikasikan masih adanya pergerakan fluida atau magma di kedalaman yang dangkal.
Merespons kondisi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan Tingkat Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada Level II (Waspada).
Sebagai langkah mitigasi dan keselamatan, otoritas terkait mengeluarkan rekomendasi tegas: Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Masyarakat pesisir Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang, tidak termakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta informasi resmi dari PVMBG.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!