Pandeglang, Nusantara  Media — Memasuki hari ketujuh pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, geliat pembangunan mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Program lintas sektoral yang dimotori oleh Kodim 0601/Pandeglang ini sukses memantik antusiasme warga, khususnya di Kampung Ciririgi Simpang Tiga, Desa Simpang Tiga, serta Desa Pasir Gadung, yang selama ini mendambakan infrastruktur memadai.

Sebelum digelarnya program TMMD ke-129, akses jalan di wilayah Desa Pasir Gadung dan sekitarnya berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak untuk ukuran mobilitas modern saat ini.

- Advertisement -

Aktivitas sehari-hari warga, mulai dari mobilitas sosial hingga distribusi hasil bumi, kerap terhambat oleh kondisi infrastruktur yang rusak parah.

Namun, berkat sinergi antara TNI dari Kodim 0601/Pandeglang, Koramil 0111/Pagelaran, serta pemerintah daerah, wajah infrastruktur di wilayah tersebut kini berubah drastis.

Jalur penghubung antar-desa yang dulunya sulit diakses, kini menjadi jalur yang layak, mulus, serta dapat dimanfaatkan dengan aman dan nyaman oleh masyarakat luas.

Kepala Desa Pasir Gadung, Nurmala, menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa syukur yang tak terhingga atas terpilihnya wilayah mereka sebagai sasaran program TMMD tahun ini.

"Kami atas nama pemerintahan desa dan seluruh masyarakat Pasir Gadung mengucapkan terima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0601/Pandeglang, yang telah memilih desa kami sebagai sasaran TMMD.

Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang selama ini sangat kami harapkan," ujar Nurmala dengan penuh antusias.

Senada dengan hal tersebut, tokoh masyarakat setempat, Endin, menegaskan bahwa pembangunan jalan ini memberikan dampak yang luar biasa bagi roda perekonomian warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

"Mayoritas warga di Desa Pasir Gadung ini adalah petani. Keberadaan jalan yang layak ini benar-benar menjadi kebutuhan vital, sehingga akses menuju pusat pemerintahan dan pasar menjadi jauh lebih dekat serta efisien," ungkap Endin.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik berupa pengerasan jalan, esensi utama dari pelaksanaan TMMD ke-129 ini adalah merawat kembali nilai-nilai luhur kebersamaan bangsa. Warga setempat tidak hanya bertindak sebagai penonton, tetapi bahu-membahu turun ke lapangan bekerja bersama para prajurit TNI.

Semangat gotong royong yang terbangun di lokasi TMMD menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging ) yang tinggi di tengah masyarakat. Warga merasa bahwa infrastruktur yang sedang dibangun adalah hasil keringat bersama, sehingga kelak akan dijaga dan dirawat secara berkesinambungan.

"Yang paling kami banggakan bukan hanya bentuk fisiknya berupa jalan yang dibangun, tetapi semangat kebersamaan yang tumbuh. Warga merasa memiliki pembangunan ini karena mereka ikut bekerja bersama anggota TNI.

Semoga semangat gotong royong seperti ini terus terpelihara di tengah masyarakat kami," pungkas End in.