Pandeglang, Nusantara Media — Upaya konkret dalam melestarikan ekosistem laut kini semakin gencar menyasar bangku sekolah.

Sebanyak 43 siswa kelas X dan XI SMA Presiden 2 Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten, mendapatkan edukasi mendalam mengenai pentingnya menjaga kelestarian terumbu karang.

Kegiatan edukatif ini dikemas melalui program bertajuk "Coral Reefs Goes to School" yang diselenggarakan pada Senin, 3 Agustus 2026.

- Advertisement -

Kegiatan kolaboratif ini merupakan inisiatif bersama antara Forum Peduli Terumbu Karang (FPTK) Provinsi Banten dan komunitas penyelamat lingkungan Boedak Saung Rescue. Berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai di aula sekolah,

acara dirancang secara interaktif guna menumbuhkan kepedulian ekologis sejak dini di kalangan pelajar yang tinggal di kawasan pesisir.

Dalam sesi pemaparan materi utama, Ketua FPTK Provinsi Banten, Nurwarta Wiguna, mengibaratkan terumbu karang sebagai hutan hujan tropis yang berada di dalam ekosistem laut.

Ia menekankan bahwa fungsi ekologis terumbu karang sangat krusial bagi kelangsungan hidup manusia, terutamanya bagi masyarakat di wilayah pesisir Provinsi Banten.

"Terumbu karang itu bukan sekadar batu karang biasa. Ia adalah pelindung alami pantai dari ancaman abrasi, rumah bagi seperempat atau 25 persen biota laut di dunia, serta sumber utama mata pencaharian para nelayan kita," ungkap Nurwarta di hadapan puluhan siswa yang mengikuti acara dengan antusias.

Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan pada ekosistem terumbu karang akan memicu dampak negatif yang sangat luas.

Dampak tersebut mulai dari penurunan drastis hasil tangkapan ikan para nelayan hingga merosotnya sektor pariwisata bahari di kawasan Tanjung Lesung yang selama ini menjadi salah satu kebanggaan daerah Banten.

Sementara itu, perwakilan dari Boedak Saung Rescue berhasil menghadirkan suasana kelas yang hidup dan interaktif melalui pemutaran video dokumentasi penyelamatan terumbu karang di perairan Banten, serta sesi simulasi penanganan lingkungan.

Dalam sesi tersebut, para pemateri mengenalkan langkah-langkah konkret dan sederhana yang dapat dilakukan oleh pelajar dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa aksi nyata yang dipaparkan di antaranya meliputi:

- Tidak membuang sampah sembarangan yang berpotensi bermuara ke laut.

- Menghindari penggunaan sunscreen atau tabir surya berbahan kimia berbahaya saat melakukan aktivitas snorkeling atau berenang di laut, karena kandungan zat kimianya terbukti dapat memutihkan dan mematikan terumbu karang.

- Berpartisipasi aktif dalam kampanye penanaman kembali atau transplantasi karang di wilayah pesisir.

"Anak muda adalah agen perubahan masa depan. Kami ingin para siswa SMA Presiden 2 ini tidak hanya menjadi penonton, tetapi bertransformasi menjadi duta laut yang siap menjaga kelestarian perairan mulai dari lingkungan sekolah dan rumah masing-masing," tambah perwakilan Boedak Saung Rescue.

Pihak manajemen SMA Presiden 2 Tanjung Lesung menyambut baik serta memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan program edukasi lingkungan ini. Kepala SMA Presiden 2 Tanjung Lesung,  Purnawirawanyang diwakili Kolonel AL Drs. Joni Agoesta, M.M.,

menyatakan bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan sangat sejalan dengan visi institusi pendidikan dalam mencetak generasi yang cerdas secara intelektual maupun sosial-ekologis.

"Kami sangat bangga sekolah kami dipilih menjadi tuan rumah program ini. Kami ingin siswa-siswi kami tidak hanya pintar di dalam kelas, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap pelestarian alam sekitar.

Laut Banten adalah rumah kita bersama yang harus dijaga bersama-sama," ujar Kolonel AL (Purn) Drs. Joni Agoesta, M.M.

Pelaksanaan program "Coral Reefs Goes to School" di SMA Presiden 2 Tanjung Lesung merupakan bagian dari rangkaian program kerja berkelanjutan yang digagas oleh FPTK Provinsi Banten bersama Boedak Saung Rescue.

Sepanjang tahun 2026 ini, kedua lembaga tersebut telah berkomitmen untuk memperluas jangkauan edukasi ke berbagai wilayah.

Berdasarkan data rilis resmi, program ini menargetkan total 10 sekolah pesisir di wilayah Provinsi Banten akan mendapatkan edukasi serupa hingga akhir Desember 2026.

Langkah ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif yang kuat di kalangan generasi muda pesisir demi menjaga keberlanjutan masa depan laut Indonesia.