Dunia reli sempat dihebohkan dengan kemunculan mengejutkan Sebastien Loeb yang kembali berada di balik kemudi mobil balap spesifikasi tertinggi. Pereli legendaris peraih sembilan gelar juara dunia tersebut kedapatan menjajal kendaraan Project Rally One buatan tim asal Belgia di kawasan pegunungan Vosges. Momen langka ini langsung memicu gelombang spekulasi liar di kalangan penggemar reli global, yang berharap sang maestro asal Prancis itu akan mempertimbangkan satu penampilan kompetitif lagi di ajang Kejuaraan Reli Dunia atau WRC.

Namun, harapan para penggemar tersebut harus segera pupus setelah pereli berusia matang itu dengan tegas meredam segala rumor yang beredar. Berbicara langsung kepada awak media reli, Sebastien Loeb secara blak-blakan menyatakan bahwa uji coba tersebut tidak menandakan niatnya untuk kembali tampil secara penuh maupun paruh waktu di panggung WRC. Ia bahkan secara spesifik meminta publik agar tidak menaruh ekspektasi melihatnya kembali turun gelanggang pada seri pembuka musim di Monte Carlo, sebuah tempat di mana ia pernah menorehkan sejarah gemilang pada tahun 2022 silam dengan mengendarai Ford.

Lebih lanjut, pereli yang kini lebih banyak mencurahkan perhatiannya pada ajang Reli Dakar dan reli gurun pasir ini membeberkan bagaimana kesempatan uji coba tersebut bisa terjadi secara spontan. Keberadaannya yang sedang berada di kawasan Vosges mempertemukannya kembali dengan Lionel Hansen, sosok penting yang terlibat langsung di dalam struktur tim Project Rally One. Hubungan akrab di antara keduanya terjalin dengan baik sejak mereka pernah bekerja sama dalam proyek mobil Porsche GT3 pada ajang kompetisi sebelumnya.

- Advertisement -
Advertisement

"Saya sedang menghabiskan waktu di Vosges, dan ini adalah tempat di mana mereka menguji mobil Rally1. Itu hanyalah sebuah kesempatan karena saya mengenal Lionel Hansen dari reli sebelumnya yang kami lakukan bersama Porsche GT3," ungkap Sebastien Loeb menjelaskan awal mula kesempatan uji coba tersebut bisa terwujud di tengah kesibukannya sehari-hari.

Ia menambahkan bahwa jarak lokasi pengujian yang tidak jauh dari kediamannya menjadi alasan kuat baginya untuk tidak melewatkan kesempatan emas merasakan teknologi mobil WRC generasi terkini. Rasa penasaran yang besar terhadap perkembangan regulasi teknis mobil reli modern membuat pereli legendaris ini antusias menyempatkan diri untuk mengemudikan kendaraan tersebut di atas lintasan aspal wilayah Vosges yang menantang.

"Dia tidak jauh dari rumah saya dan selalu menyenangkan untuk menemukan mobil baru. Saya ingin tahu sedikit bagaimana rasanya mengendarai WRC Rally1 yang baru, dan itu adalah kesempatan yang tepat untuk mengujinya," lanjut pereli veteran tersebut menggambarkan antusiasmenya saat pertama kali bersiap memasuki kokpit kendaraan.

Baca Juga Masa Depan Adrien Fourmaux di WRC: Pulang ke Ford atau Bertahan

Meskipun menikmati sesi pengujian singkat tersebut, Sebastien Loeb memberikan catatan jujur mengenai performa mesin kendaraan yang dirasakannya di atas lintasan. Menurut perolehan kesan berkendaranya, mobil andalan skuad Belgia itu memang memiliki potensi besar yang menjanjikan, meskipun ia secara terbuka mengakui bahwa dirinya sedikit merindukan pasokan tenaga yang lebih besar dari era regulasi sebelumnya yang terkenal beringas di lintasan.

"Saya melakukan beberapa kali putaran dengan mobil itu. Segalanya berjalan dengan cukup baik, tentu saja. Tenaganya tidak sama dengan Fiesta WRC tahun 2017 yang saya kendarai di Rallye des Vosges beberapa bulan lalu, tetapi perasaan di balik kemudi masih cukup oke," ujar sang juara dunia sembilan kali menilai spesifikasi mesin baru berdaya 310 tenaga kuda tersebut.

Di sisi lain, proyek pengembangan kendaraan ini tidak hanya melibatkan Sebastien Loeb seorang diri di balik kemudi pengujian. Pereli profesional asal Finlandia, Teemu Suninen, juga tercatat mendapatkan kesempatan berharga untuk menguji mobil Project Rally One tersebut pada pekan yang sama, di mana fokus utamanya adalah mengumpulkan data penting pada pengujian di atas permukaan tanah gravel.

Sementara itu, manajemen tim Project Rally One sendiri telah mengumumkan strategi jangka panjang mereka dalam kejuaraan dunia reli. Skuad asal Belgia tersebut secara resmi menetapkan target untuk memusatkan seluruh sumber daya dan persiapan teknis mereka secara khusus pada putaran-putaran reli aspal yang dijadwalkan pada kalender kompetisi WRC musim 2027 mendatang.