Cilegon, Nusantara Media  - Lembaga sosial **Sahabat Yatim Indonesia** tengah menyiapkan gerakan besar penanganan stunting di Kota Cilegon, Provinsi **Banten**. Inisiatif ini dibahas dalam pertemuan silaturahmi dengan **Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo** pada Selasa, 6 Januari 2026, di ruang kerjanya.

Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi program sosial, khususnya di sektor kesehatan anak dan pemenuhan gizi bagi anak yatim dan dhuafa, sebagai upaya pencegahan stunting di Cilegon. Manager Jaringan dan Relawan Sahabat Yatim Indonesia, Muhammad Marwira Yuda, menjelaskan bahwa fokus utama kolaborasi adalah program pemenuhan gizi melalui makan berkah. Program ini mencakup pemberian makanan bergizi gratis dan susu untuk anak yatim setiap hari.

"Setiap hari, kami menyalurkan sekitar 300 paket makanan bergizi. Program ini kami dorong sebagai langkah nyata pencegahan stunting," kata Yuda usai pertemuan dengan Wakil Wali Kota Cilegon.

Secara wilayah, Sahabat Yatim Indonesia menjangkau seluruh Provinsi Banten. Namun, di awal 2026, fokus implementasi program ditargetkan di Kota Cilegon karena telah terjalin komunikasi dan kolaborasi dengan Pemkot Cilegon.

Selain program gizi, Sahabat Yatim Indonesia juga merencanakan safari dakwah di Cilegon pada akhir Januari 2026, bertepatan dengan momentum Isra Miraj. Acara ini akan menghadirkan penceramah nasional Ustaz Das'ad Latif dan disertai penggalangan dana untuk anak yatim dan dhuafa.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, program Sahabat Yatim Indonesia sejalan dengan visi Pemkot Cilegon dalam meningkatkan kualitas generasi muda, baik dari sisi kesehatan anak maupun pendidikan.

"Alhamdulillah, silaturahminya nyambung. Program Sahabat Yatim Indonesia itu nyata, mulai dari bantuan makanan harian hingga kajian dan motivasi ke sekolah-sekolah," ujar Fajar.

Ia terkesan dengan skala organisasi Sahabat Yatim Indonesia yang telah berkembang secara nasional dan memiliki sistem relawan yang tertata rapi, hampir seperti perusahaan. "Ini potensi besar untuk kolaborasi," tambahnya.

Ke depan, Pemkot Cilegon akan menjajaki kerja sama lanjutan, termasuk penguatan edukasi ke sekolah-sekolah dan agenda keagamaan berskala besar untuk memperkuat identitas Cilegon sebagai kota santri. "Insya Allah, kami jajaki lebih lanjut. Saya laporan dulu ke Pak Wali Kota," pungkas Fajar.