George Russell tidak menyembunyikan kekhawatirannya setelah sesi latihan bebas Jumat untuk Grand Prix Bahrain yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia. Pembalap Mercedes itu menilai mobil W17 miliknya masih 'off the pace' dan memerlukan penyesuaian setup menjelang kualifikasi dan balapan. Meski finis kedua di FP1, Russell hanya mampu menempati posisi ketujuh di FP2, tertinggal 0,492 detik dari Charles Leclerc yang tercepat.

“Sangat keren mengendarai sirkuit ini, saya belum pernah ke sini sebelumnya – ini tempat yang ikonik,” ujar Russell kepada F1 TV. “Tapi dengan kondisi seperti ini, degradasi ban sangat besar bagi semua orang dan mobil beroperasi di jendela yang sangat berbeda. Sebagai tim, kami belum menemukan posisi ideal mobil dan perlu melakukan penyesuaian setup karena kami sedikit tertinggal.”

Cuaca panas dan lembap khas Asia Tenggara memang menjadi faktor dominan di Sepang, ditambah ancaman hujan yang terus membayangi. Russell mengakui bahwa peningkatan downforce dari paket upgrade W17 – yang mencakup tujuh komponen baru, terutama di area floor, suspensi belakang, dan bodi – terasa di beberapa tikungan. Namun, masalah utama justru datang dari overheat dan degradasi ban yang menurutnya lebih dominan daripada efek upgrade itu sendiri.

- Advertisement -
Advertisement

“Saya merasakan downforce di beberapa tikungan, tetapi dengan tingkat overheating dan degradasi ban seperti ini, itu mengalahkan segalanya,” jelasnya. “Kami harus mengatasinya semalaman. Itu lebih soal setup daripada upgrade itu sendiri.”

Di sisi lain, rekan setimnya yang memimpin klasemen pembalap, Kimi Antonelli, juga kesulitan. Pembalap muda Italia itu hanya finis kelima di FP1 dan kedelapan di FP2, jauh dari performa dominannya sepanjang musim 2026. Ini menjadi sinyal bahwa Mercedes tidak sendirian dalam menghadapi tantangan di trek yang menuntut keseimbangan aerodinamis dan manajemen ban yang sempurna.

Baca Juga Colapinto Buka Suara, Fans McLaren Masih Panas dengan Norris

Meski demikian, Russell masih melihat peluang. Ia menyebut FP1 lebih representatif karena di FP2 tidak ada pembalap Mercedes yang mencatatkan waktu dengan ban soft akibat kesalahan di sektor akhir. “Verstappen terlihat sangat cepat dan pace balapan McLaren juga tampak kencang, tapi never say never,” tambahnya. Persaingan menuju pole position keenam Russell musim ini diprediksi ketat, dengan Red Bull, McLaren, dan Ferrari semuanya menunjukkan performa menjanjikan.

Kembalinya Malaysia ke kalender F1 untuk pertama kalinya sejak 2017 – sebagai pengganti Bahrain yang tidak bisa menggelar balapan karena konflik Timur Tengah – menambah dimensi unik pada akhir pekan ini. Sirkuit Sepang yang legendaris langsung menguji kemampuan tim dalam beradaptasi dengan kondisi ekstrem. Bagi Mercedes, Jumat ini menjadi peringatan bahwa dominasi mereka tidak otomatis berlanjut di trek yang berbeda karakter.

Dengan sesi kualifikasi dan balapan yang masih menyisakan waktu, Russell dan tim Mercedes memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan. Namun, jika degradasi ban tidak teratasi, harapan untuk meraih hasil maksimal di GP Bahrain versi Malaysia ini bisa saja sirna. Para penggemar tentu menantikan apakah Silver Arrows mampu bangkit atau justru semakin terpuruk di bawah tekanan rival-rivalnya.