Ajang balap MotoGP di Sirkuit Internasional Lusail, Qatar, menghadirkan kisah kebangkitan yang luar biasa bagi pembalap Trackhouse, Raul Fernandez. Menjelang rangkaian akhir pekan balapan, pembalap asal Spanyol tersebut menyampaikan pesan penting mengenai kondisi fisiknya kepada para awak media. Ia menegaskan bahwa dirinya mampu mempercepat proses pemulihan cedera jari yang didapatnya akibat kecelakaan pada 11 Oktober lalu di Indonesia. Demi memuluskan langkah tersebut, ia bahkan harus terbang kembali ke kampung halamannya guna menjalani sesi latihan intensif bersama fisioterapis pribadinya.
Kendati demikian, tantangan sesungguhnya baru terjawab saat sesi latihan bebas pertama hari Jumat digelar. Di luar dugaan banyak pihak, pembalap asal Madrid tersebut langsung menggebrak dengan mengamankan posisi ketujuh. Capaian yang jauh lebih krusial adalah keberhasilannya melaju secara langsung ke sesi kualifikasi kedua atau Q2 berkat torehan posisi kelima di sesi latihan resmi. Walau demikian, ia mengakui bahwa kondisinya belum sepenuhnya prima seratus persen. Cedera tersebut masih menyisakan rasa sakit serta keterbatasan mobilitas pada jarinya, namun hal terpenting adalah ia sudah kembali mampu mengaplikasikan gaya balap naturalnya di atas lintasan.
Situasi pelik yang ia hadapi di Qatar sangat kontras jika dibandingkan dengan akhir pekan sebelumnya di Sirkuit Phillip Island pada akhir Oktober maupun di Malaysia. Pada saat itu, cederanya belum pulih sepenuhnya sehingga memberikan sinyal peringatan keras bagi tubuhnya untuk tidak memaksakan diri. Sebagaimana ia ungkapkan, tubuhnya kala itu memberikan sinyal yang jelas untuk bersikap hati-hati dan menghindari tindakan bodoh di atas motor. Kini, perbaikan kondisi fisik tersebut langsung berimbas positif pada catatan waktu lapnya di sirkuit kebanggaan Qatar. Pembalap bernomor start 25 itu mencatatkan waktu tiga sepersepuluh detik lebih cepat pada putaran tercepatnya dibandingkan rekan setimnya, yang harus puas berada di posisi kesembilan.
Selain kecepatan puncak, konsistensi berkendara juga menjadi keuntungan besar yang berhasil direbut kembali oleh Fernandez. Ia merasakan perbedaan yang sangat signifikan dibandingkan saat membalap di Australia, di mana kondisi tangannya langsung terasa sangat tidak nyaman hanya setelah melahap beberapa putaran saja. Di Lusail, ia mampu mencatatkan waktu cepat secara beruntun dan mempertahankannya dari satu putaran ke putaran berikutnya. Walau ia menyadari bahwa dirinya mungkin belum sepenuhnya siap secara mutlak, tren positif yang ditunjukkannya mengindikasikan perkembangan yang konstan ke arah yang jauh lebih baik.
Baca Juga Pembalap MotoGP Bersatu Desak Jaminan Keamanan Jelang QatarDi balik catatan impresif tersebut, Fernandez tetap secara terbuka mengakui kelemahan yang masih harus ia perbaiki akibat cedera tersebut. Menurutnya, hambatan terbesar saat ini terletak pada pergerakan fisiknya yang masih terasa jauh lebih lambat. Di sisi lain, ia juga menyoroti performa motor Aprilia RS-GP yang nampaknya sangat cocok dengan karakter lintasan Sirkuit Lusail. Keunggulan tersebut terbukti dari keberhasilan keempat pembalap yang menggunakan mesin Aprilia untuk menembus babak Q2. Meskipun demikian, ia tetap memberikan catatan kritis bahwa rekor catatan waktu lap tercepat masih dipegang oleh pabrikan Ducati.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!