Menghadapi seri balap akhir pekan ini, Fabio Quartararo datang dengan pendekatan yang jauh lebih tenang namun tetap realistis. Pembalap asal Prancis tersebut baru saja menunjukkan performa impresif di Sirkuit Internasional Mandalika, Indonesia, di mana ia berhasil mengamankan dua kali finis di posisi kesembilan. Hasil ini sekali lagi menegaskan statusnya sebagai pembalap terbaik di atas kuda besi pabrikan Jepang di tengah kesulitan yang terus mendera Yamaha dan Honda musim ini. Alih-alih terus meratapi performa motor M1 yang belum kompetitif, Quartararo kini memilih untuk menikmati sisa balapan musim 2026 sebelum resmi menyeberang ke Honda pada musim 2027 mendatang.

Kunjungan ke Sirkuit Phillip Island akhir pekan ini menghadirkan memori dan tantangan tersendiri bagi pembalap berjuluk El Diablo tersebut. Bukan rahasia lagi bahwa trek ikonik tepi laut Australia ini jarang bersahabat dengan rekam jejak kariernya. Mengenai perasaannya menghadapi balapan yang juga menjadi penampilan terakhir kelas premier di sirkuit tersebut untuk sementara waktu, Quartararo tidak menutup-nutupi realita masa lalunya. Secara terbuka ia mengakui bahwa Phillip Island merupakan lintasan yang menyimpan catatan tersendiri dalam perjalanannya di kejuaraan dunia.

Seperti yang ia ungkapkan menjelang dimulainya rangkaian latihan bebas, «Eigentlich ist es eine Strecke, die mir gefallt, aber ich habe hier in meiner Karriere noch nie ein gutes Ergebnis erzielt», ujar Quartararo mengenai karakteristik lintasan yang sebenarnya ia sukai namun belum pernah memberikan hasil maksimal. «Also werde ich es einfach genießen. Ich finde aber, dass ein neues Projekt in Adelaide auch sehr gut ist.» Pernyataan ini menunjukkan kedewasaan mental sang juara dunia dalam menyikapi situasi sulit, sembari menatap antusias rencana masa depan balap motor di wilayah tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

Jika merunut pada catatan statistik Grand Prix di Phillip Island, pencapaian terbaik Quartararo di kelas utama hanyalah finis di posisi kesembilan yang diraihnya pada musim 2024. Sementara itu, pada musim sebelumnya, ia sempat mengamankan peringkat ketujuh dalam sesi balapan sprint, namun harus puas P11 saat melintasi garis finis pada balapan utama hari Minggu. Berdasarkan data historis tersebut, ekspektasi tinggi tentu tidak dipasang terlalu muluk untuk akhir pekan ini, mengingat karakteristik trek berkecepatan tinggi sangat menuntut performa mesin yang belum bisa dipenuhi oleh paket motor saat ini.

Baca Juga Kimi Antonelli Nyaris Menabrak Tembok di GP Singapura Akibat Rem Blong

Meski demikian, optimisme moderat tetap terpancar dari garasi sang pembalap utama. Ketika disinggung mengenai peluang untuk meraih hasil yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ia memberikan tanggapan yang terukur. «Das glaube ich nicht. Die letzten Rennen waren aber nicht allzu schlecht. Ich werde einfach mein Bestes geben», jelas pembalap berusia 27 tahun tersebut menegaskan fokus utamanya dalam menghadapi sisa kalender balap musim ini. «Wie ich schon immer gesagt habe: Es wird wichtig sein, direkt in das Q2 zu kommen. Auf dieser Strecke wird es schwieriger sein. Aber das ist mein Ziel, dan dann werden wir im Laufe des Wochenendes sehen, was wir erreichen konnen.»

Dilansir dari Speedweek, tantangan terbesar bagi Quartararo di Phillip Island tetaplah mengamankan tiket langsung ke sesi kualifikasi kedua (Q2) pada hari Sabtu. Mengingat sengitnya persaingan di papan atas MotoGP saat ini, terutama dominasi pabrikan Eropa, perjuangan pembalap bernomor start 20 ini dipastikan tidak akan berjalan mudah. Kendati demikian, tekad baja dan konsistensi luar biasa yang ia tunjukkan di setiap seri membuktikan bahwa determinasi seorang juara tidak pernah luntur, terlepas dari apapun spesifikasi mesin yang berada di bawah kendalinya.