Pekan balapan Formula 1 Grand Prix Meksiko diwarnai dengan ketegangan tinggi yang memaksa badan pengatur motorsport dunia, FIA, turun tangan secara langsung. Menjelang sesi latihan bebas kedua yang berujung pada insiden panas antara Max Verstappen dan Liam Lawson, otoritas balap telah memberikan instruksi tegas kepada para pimpinan tim untuk meredam agresivitas para pembalap mereka.

Suasana di paddock Autodromo Hermanos Rodriguez memang jauh dari kata tenang sejak hari pertama latihan bebas digulirkan. Berbagai drama menghiasi akhir pekan ini, mulai dari gesekan fisik di atas lintasan hingga pergantian pembalap mendadak yang melibatkan Esteban Ocon, yang posisinya digantikan oleh Ryo Hirakawa di tim Haas setelah perselisihan internal yang hingga kini masih menjadi sorotan publik paddock.

Puncak dari ketegangan di lintasan terjadi pada tikungan 14 saat sesi FP2 berlangsung. Insiden bermula ketika sang juara dunia asal Belanda tersebut kembali bergabung ke jalur balap dan melakukan kontak langsung dengan sayap depan mobil yang dikemudikan oleh Liam Lawson. Verstappen tampak berekspektasi bahwa pembalap muda Racing Bulls tersebut akan memberikan jalan baginya untuk lewat, namun Lawson menolak untuk mengalah begitu saja di tikungan tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

Akibat insiden yang dinilai tidak perlu tersebut, kedua pembalap langsung mendapatkan sanksi tegas berupa penalti turun satu posisi di grid serta tambahan poin penalti pada lisensi mereka. Situasi ini semakin pelik bagi Lawson, yang kemudian harus menerima kenyataan pahit setelah dirinya didiskualifikasi dari sesi kualifikasi akibat pelanggaran teknis, memaksanya untuk memulai balapan utama dari barisan paling belakang.

Analis balap Sky Sports F1, Karun Chandhok, memberikan pandangannya secara mendalam mengenai insiden tersebut. Menurutnya, gesekan yang melibatkan dua pembalap dari generasi berbeda itu merupakan sebuah kejadian yang sepenuhnya dapat dihindari jika komunikasi dan kesadaran di lintasan berjalan lebih baik. Chandhok menjelaskan bahwa insiden dipicu oleh instruksi dari insinyur Verstappen untuk mencari posisi lintasan yang ideal, namun disambut dengan pertahanan ketat oleh Lawson di area tikungan jepit.

Baca Juga Peluang Emas Kimi Antonelli Kunci Gelar Juara F1 di Meksiko

Dalam analisisnya, Chandhok menyatakan, Sekarang kita mendengar insinyurnya menyuruhnya untuk berada di depan Liam, untuk mendapatkan posisi lintasan di depan Liam... Jadi itulah yang coba dilakukan oleh Max. Ketika mereka sampai di tikungan jepit ini, Liam jelas memutuskan bahwa dia sedang tidak ingin membiarkan Max lewat. Jadi dia datang kembali ke sisi dalam... Dan saya pikir ini telah membuat Max kesal karena dia berpikir, 'Nah, saya sekarang berada di depan. Anda harus keluar dari jalur.' Max memilih untuk pergi ke luar batas lintasan... dan kemudian sedikit menabrak Liam saat mereka melewati tikungan kanan. Jadi, semuanya, menurut pendapat saya, terasa sedikit tidak perlu dan sedikit kikuk untuk sesi FP2.

Lebih lanjut, Chandhok mengungkapkan bahwa peringatan keras sebenarnya telah disampaikan jauh sebelum sesi latihan bebas dimulai. Para pengawas balap dilaporkan telah memanggil seluruh manajer tim dari kesebelas kontestan yang berlaga untuk memperingatkan agar mereka segera menginstruksikan para pembalapnya agar menjaga sikap di lintasan, terutama setelah serangkaian insiden yang terjadi pada balapan-balapan sebelumnya seperti di Austin.

Penerapan sanksi yang dijatuhkan pada sesi latihan bebas kali ini juga menandai perubahan pendekatan dari para pengawas pertandingan. Di masa lalu, insiden yang terjadi pada sesi latihan bebas kerap kali luput dari hukuman berat. Namun, pertemuan pagi hari antara para manajer tim dan pengawas balap menegaskan bahwa standar baru telah diberlakukan untuk menindak segala bentuk agresi berlebihan sejak hari pertama akhir pekan balapan.