Tim Mercedes saat ini menjadi satu-satunya skuad papan atas di ajang Formula 1 yang tidak menggunakan desain sayap belakang flap lipat inovatif, yang pertama kali mencuri perhatian publik pada mobil Ferrari selama sesi pengujian pramusim di Bahrain. Meskipun demikian, kubu yang bermarkas di Brackley tersebut sebenarnya telah menganalisis solusi teknis ini sejak lebih dari setahun yang lalu, sebelum akhirnya memutuskan untuk menghentikan proses pengembangannya di atas meja desain.

Wakil Direktur Teknis Mercedes, Simone Resta, memberikan penjelasan mendalam mengenai keputusan strategis tersebut dalam episode terbaru siniar The Nu Silver Arrows Radio Show. Resta, yang sebelumnya juga pernah membeberkan detail eksklusif kepada FormulaPassion pada musim panas lalu, menegaskan bahwa timnya sempat mempertimbangkan konsep aerodinamika aktif ini untuk tahun 2025 secara menyeluruh sebelum mengambil sikap konservatif.

Dalam penjelasannya, Resta merinci pertimbangan teknis yang membuat tim memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek komponen tersebut ke tahap produksi massal. Resta menyatakan, "Avevamo questo tipo di ala anteriore tra i nostri disegni oltre un anno fa. Abbiamo valutato il concetto nel dettaglio. Ovviamente offre un beneficio in termini di riduzione della resistenza aerodinamica, ma ogni volta che si apre abbassa anche il carico. Al tempo, ritenevamo che il compromesso complessivo non giustificasse l’investimento per lo sviluppo e la produzione dei componenti" yang jika diterjemahkan berarti bahwa mereka telah merancang konsep tersebut, melihat manfaat pengurangan hambatan udara, namun kompromi penurunan downforce dinilai tidak sebanding dengan biaya investasi pengembangannya.

- Advertisement -
Advertisement

Desain sayap belakang lipat ini bekerja dengan cara membalikkan profil sayap secara total sehingga alih-alih menekan mobil ke bawah, komponen tersebut justru menghasilkan gaya angkat ke atas layaknya sayap pesawat terbang demi memangkas hambatan di trek lurus. Walaupun penurunan downforce di lintasan lurus tidak menjadi masalah besar untuk cengkeraman tikungan, risiko utama yang dikhawatirkan Mercedes adalah hilangnya stabilitas kendaraan akibat bobot aerodinamika yang terlalu ringan di area krusial.

Baca Juga Cuaca Cerah Diprediksi Warnai F1 GP Australia 2026

Kendati proyek bertajuk sayap Macarena tersebut sempat dikesampingkan, Simone Resta tidak menutup kemungkinan bahwa sudut pandang tim dapat berubah di masa mendatang seiring evaluasi berkelanjutan terhadap performa rival. Resta menambahkan bahwa kesimpulan tersebut tidak bersifat mutlak dan mereka akan terus bersikap terbuka untuk menilai setiap inovasi teknis yang diterapkan oleh tim kompetitor di lintasan balap Formula 1.