Akhir pekan Grand Prix Singapura Max Verstappen di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay menyajikan dinamika yang sangat kontras antara kemenangan dan evaluasi teknis yang mendalam. Sang juara dunia empat tahun beruntun itu secara resmi mengamankan kemenangan perdananya dalam sesi Sprint yang sempat mengalami penundaan akibat hujan deras selama 30 menit. Meskipun berhasil melintasi garis finis di posisi terdepan setelah insiden dramatis yang menimpa rival-rivalnya, sang pembalap asal Belanda sama sekali tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap performa teknis mobilnya, terutama masalah start yang terus mendera sepanjang musim kompetisi.

Memulai balapan dari pole position di atas lintasan basah dengan ban intermediate, Verstappen langsung mengalami kendala start yang sangat buruk ketika lampu padam. Situasi tersebut langsung dimanfaatkan dengan sempurna oleh pembalap Mercedes George Russell yang langsung merebut pimpinan balapan saat memasuki Tikungan 1. Meskipun Verstappen akhirnya mewarisi posisi pertama setelah Russell kehilangan kendali dan menabrak dinding pitwall pada akhir lap pembuka, evaluasi internal di garasi Red Bull Racing tetap menunjukkan lampu merah terkait prosedur pelepasan tenaga mobil RB series musim ini.

Dalam wawancara pascabalapan bersama media, pembalap andalan Red Bull Racing tersebut melontarkan pengakuan yang sangat jujur mengenai kelemahan krusial timnya. "Ya, maksud saya, sepanjang tahun start saya sangat buruk," aku Verstappen kepada awak media. "Jadi kita benar-benar harus melakukan sesuatu yang berbeda dan mencoba memahami apa masalah kita sebenarnya." Masalah ini menjadi pekerjaan rumah yang sangat mendesak bagi para insinyur di Milton Keynes mengingat ketatnya persaingan papan atas musim ini.

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, Verstappen secara terbuka membandingkan kinerja tim pabrukan dengan skuad satester mereka, Visa Cash App Racing Bulls, yang justru mampu menunjukkan konsistensi start yang jauh lebih baik. Menurutnya, ketimpangan data ini membuktikan bahwa ada detail rekayasa krusial yang luput dari perhatian tim utama. "Karena Racing Bulls, terkadang mereka memiliki start yang bagus," jelas Verstappen. "Jadi kita jelas melakukan sesuatu yang salah. Dan itulah yang harus kita coba dan lakukan dengan lebih baik untuk balapan besok."

Baca Juga Red Bull Rilis Kabar Cedera Isack Hadjar Jelang GP Italia

Menatap sesi Grand Prix utama hari Minggu, Verstappen menyadari sepenuhnya bahwa start buruk akan langsung menghancurkan peluangnya untuk meraih kemenangan ganda di Marina Bay, sebuah sirkuit jalan raya yang terkenal sangat sulit untuk melakukan aksi salip-menyalip. Meskipun ia berhasil mengamankan pole position dalam sesi Sprint Shootout yang penuh kekacauan pada hari Jumat, ia memprediksi pertaruhan posisi start untuk balapan utama akan berjalan jauh lebih ketat dan sulit diprediksi.

Max Verstappen Red Bull Racing
Max Verstappen, Red Bull Racing. Photo by: Mark Sutton / Formula 1 via Getty Images