Sesi kualifikasi Grand Prix Singapura yang sempat mengalami penundaan selama 30 menit akibat selesainya balapan sprint sebelumnya—yang juga dimenangkan oleh Max Verstappen—akhirnya tuntas digelar dengan menyajikan drama perebutan posisi start terdepan yang sangat sengit. Pembalap asal Belanda tersebut sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda gentar meskipun mendapat perlawanan sengit dan konstan dari barisan mobil Ferrari sepanjang sesi penentuan posisi grid ini. Dengan catatan waktu impresif 1 menit 31,373 detik di detik-detik krusial, sang juara bertahan berhasil mengamankan posisi start terdepan di sirkuit jalan raya Marina Bay yang terkenal menantang dan minim ruang kesalahan bagi para pembalap.

Perjalanan menuju raihan pole ini sama sekali tidak berjalan mudah bagi sang bintang utama. Lewis Hamilton sempat diprediksi kuat bakal menguasai barisan terdepan setelah tampil sebagai yang tercepat secara konsisten pada sesi Q1 dan Q2. Namun, peta kekuatan berubah drastis di detik-detik akhir Q3 ketika Charles Leclerc secara gemilang melakukan gebrakan untuk melesat ke posisi kedua. Pembalap asal Monako tersebut bahkan hanya terpaut sangat tipis, yakni 0,054 detik saja dari catatan waktu tercepat Verstappen. Sementara itu, Hamilton harus puas mengakhiri sesi kualifikasi di tempat ketiga dengan selisih sedikit di atas tujuh seperatus detik dari peraih pole.

Hasil gemilang di Marina Bay ini memiliki makna yang sangat istimewa bagi sang pemenang karena menandai perolehan pole position Grand Prix yang ke-50 sepanjang karier gemilangnya di ajang balap mobil bergengsi ini. Ini juga merupakan pole kedua kalinya pada musim berjalan setelah ia sebelumnya juga keluar sebagai yang tercepat pada sesi kualifikasi di Malaysia pekan lalu. Dominasi performa ini semakin mempertegas tren positif sang pembalap di Singapura, di mana ia sebelumnya juga sukses mengamankan pole untuk balapan sprint sekaligus keluar sebagai juara di sesi tersebut tanpa hambatan berarti dari para rival terdekatnya.

- Advertisement -
Advertisement

Di barisan belakang kelompok terdepan, pemimpin klasemen sementara kejuaraan Kimi Antonelli harus puas menempati posisi start keempat. Ia berada tepat di depan Lando Norris yang menyudahi kualifikasi di tempat kelima serta George Russell di posisi keenam. Kendati demikian, hasil yang diraih Russell harus tercoreng oleh hukuman penalti mesin yang diterimanya, yang otomatis memaksa pembalap asal Inggris tersebut harus rela memulai jalannya balapan utama esok hari dari posisi paling buncit di barisan grid. Konsekuensi dari penalti tersebut turut mendongkrak posisi Oscar Piastri yang sebelumnya hanya mampu mengamankan P7, sehingga naik ke posisi keenam untuk balapan utama.

Baca Juga Ferrari Tak Akan Korbankan Leclerc demi Tow Hamilton di Monza

Seusai sesi kualifikasi yang melelahkan namun memuaskan tersebut, Verstappen tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena akhirnya mampu memecahkan telur dan merebut pole di Singapura, sebuah trek di mana ia kerap mengalami kesulitan di masa lalu. "Itu bagus. Hanya sangat dekat," ujarnya mengomentari jalannya sesi penentuan grid yang sangat ketat tersebut. Ia menambahkan bahwa selisih waktu antarpembalap sangat tipis sepanjang kualifikasi, sehingga ia merasa sangat senang bisa mengamankan posisi puncak yang memang menjadi target utamanya sejak awal akhir pekan ini.

Lebih lanjut, pembalap andalan Red Bull tersebut menyoroti faktor regulasi baru yang mulai diberlakukan pada tahun 2026 ini sebagai salah satu elemen kunci yang membantu performanya di trek jalan raya Singapura. Menurutnya, karakteristik mobil musim ini bekerja dengan cara yang sedikit berbeda dibandingkan regulasi era sebelumnya di mana mereka lebih kuat di area tikungan tertentu. Di sisi lain, Leclerc meskipun merasa puas dengan raihan posisi kedua, tetap menyimpan sedikit rasa penyesalan karena merasa melewatkan peluang emas untuk merebut pole akibat beberapa kesalahan kecil yang ia perbuat di tikungan krusial.