Pembalap andalan Max Verstappen dipastikan tetap mempertahankan posisi start terdepan atau pole position untuk balapan sprint Grand Prix Singapura setelah terbebas dari sanksi investigasi stewards. Juara dunia empat kali tersebut sebelumnya berada dalam sorotan usai insiden investigasi terkait dugaan pelanggaran regulasi bendera kuning pada sesi kualifikasi SQ1 akhir pekan ini.
Insiden bermula ketika Sergio Perez mengalami kecelakaan dan menghantam pembatas tikungan 5, yang memaksa pengawas balapan mengibarkan bendera kuning tunggal di area antara tikungan 7 dan tikungan 8. Dalam situasi tersebut, Verstappen yang sedang menjalani putaran cepat mengejar dan mendahului Lewis Hamilton di sektor yang sama.
Menyadari situasi trek, insinyur balap Verstappen, Gianpiero Lambiase, sempat memberikan peringatan melalui raio bahwa ia berada di area bendera kuning. Sang pembalap kemudian melaporkan kepada tim Red Bull melalui radio dengan menyatakan: "Saya pikir saya harus membatalkan... Saya akan membiarkan Lewis lewat lagi. Saya pikir saya mendahuluinya sebelum kuning, tapi saya hanya ingin bermain aman."
Berdasarkan keterangan resmi investigasi, para pengawas balapan menjelaskan situasi teknis secara rinci. "Saat Mobil 3 keluar dari tikungan 7 pada putaran cepat, bendera kuning tunggal dikibarkan. Mobil 44 berada di depan Mobil 3 dan telah memperingatkan pendekatan Mobil 3. Pengemudi Mobil 44 menyatakan bahwa setelah keluar dari tikungan 7, ia melambat dan bergerak ke kanan untuk memastikan posisinya berada di luar jalur balap," demikian penjelasan resmi stewards.
Baca Juga Tech3 Resmi Rekrut Luca Marini untuk MotoGP 2027Lebih lanjut, stewards mengonfirmasi bahwa data telemetri membuktikan reaksi cepat dari sang juara bertahan. "Pengemudi Mobil 3 menjelaskan bahwa ia sedang menginjak gas saat keluar dari tikungan 7 dan kemudian melihat bendera kuning lalu mengangkat kaki dari pedal gas. Ini dikonfirmasi oleh telemetri. Dalam jarak sekitar 40 meter setelah memasuki sektor bendera kuning, Pengemudi Mobil 3 telah sepenuhnya mengangkat kaki dari gas."
Para pengawas balapan menyimpulkan bahwa meskipun terjadi aksi mendahului di zona bendera kuning, manuver tersebut terjadi karena perbedaan kecepatan yang signifikan akibat perlambatan mendadak dari mobil di depan. Dengan pertimbangan bahwa pengereman mendadak justru berpotensi memicu situasi tidak aman, stewards memutuskan untuk tidak memberikan penalti kepada sang pembalap.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!